Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parepare

Jagung Dari Mareppang untuk Negeri: Ubinan Jagung To Nepo Bukti Nyata Ketahanan Pangan Kian Menguat

97
×

Jagung Dari Mareppang untuk Negeri: Ubinan Jagung To Nepo Bukti Nyata Ketahanan Pangan Kian Menguat

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.Barru, 28 Februari 2026 – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan pengambilan ubinan jagung yang dilaksanakan BPP Mallusetasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru. Kegiatan ini berlangsung di lahan anggota Kelompok Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Sabtu (28/02/2026).

Ubinan merupakan metode pengumpulan data produktivitas pertanian melalui pengukuran sampel panen pada luasan tertentu. Hasilnya menjadi dasar perhitungan estimasi produksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Data ini sangat penting sebagai pijakan dalam penyusunan kebijakan serta evaluasi program pertanian di tingkat daerah maupun nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator BPP Mallusetasi, Burhan, S.ST; Rahmat selaku Fungsional Umum BPS Kabupaten Barru; Liza Vibriana, S.ST selaku Penyuluh Pertanian Desa Nepo; Aiptu Hajar Kasim selaku Bhabinkamtibmas Desa Nepo; Sumriani selaku Ketua KWT Kasih Ibu Mareppang; serta Darman selaku Sekretaris Kelompok Tani To Nepo.

Pengambilan ubinan dilakukan pada tanaman jagung varietas Maxxi 2 yang bersumber dari bantuan APBN Tahun 2025. Sampel diambil pada luasan 2 meter x 4 meter (8 meter persegi).

Dari hasil penimbangan diperoleh berat tongkol basah sebesar 7,66 kilogram. Berdasarkan konversi produktivitas, capaian tersebut diproyeksikan setara dengan sekitar 12 ton per hektare untuk tongkol basah dan 5–6 ton per hektare untuk tongkol kering.

Angka ini menunjukkan produktivitas yang sangat baik serta mencerminkan penerapan teknik budidaya yang optimal oleh para petani. Dalam satu musim tanam, wilayah Dusun Mareppang dengan luas lahan kurang lebih 130 hektare mampu menghasilkan sekitar 250 ton jagung.

Koordinator BPP Mallusetasi, Burhan, S.ST, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan konsistensi para petani Desa Nepo, khususnya Kelompok Tani To Nepo dan Mareppang.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat berjalan efektif. Harapannya, produktivitas ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui program Kementerian Pertanian, khususnya dalam penyediaan sarana produksi, berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil panen.

Sementara itu, Aiptu Hajar Kasim menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari proses tanam hingga panen.

Polri juga berperan dalam menjaga stabilitas harga jagung agar tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Para petani berharap sinergi antar pemangku kepentingan ini terus terjalin, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat dan sektor pertanian di Kabupaten Barru semakin berkembang.

Dengan semangat “Petani Makmur, Masyarakat Sejahtera,” kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dari lahan-lahan desa, kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional terus tumbuh dan menguat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *