DENTUMNUSANTARA.COM, PAREPARE — Cuaca gerimis yang mengguyur Kota Parepare pada Jumat Subuh, 15 Mei 2026, tidak mengurangi antusiasme jamaah menghadiri kegiatan Safari Shalat Subuh Berjamaah yang digelar Majelis Syuhada Parepare di Masjid Jami Nurussamawati, Jalan Nurussamawati, Kelurahan Bumi Harapan, depan RS Umum Andi Makkasau.
Sejak dini hari sekitar pukul 04.00 Wita, jamaah mulai memadati masjid yang dikenal dengan arti “Cahaya Langit” tersebut. Seluruh area dalam masjid dipenuhi jamaah hingga mencapai 17 shaf, sementara koridor dan teras masjid turut digunakan sebagai tempat salat karena membludaknya peserta yang hadir.
Tokoh masyarakat setempat, Takdir Abduh, menyebut kapasitas masjid sekitar 500 orang. Namun pada pelaksanaan safari subuh kali ini, puluhan jamaah terpaksa mengambil tempat di luar area utama masjid karena tingginya jumlah kehadiran.
Ketua DKM Masjid Nurussamawati, H. Muhammad Husain, SP, mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan kegiatan Safari Subuh yang dinilai sangat signifikan.
“Pertama kali Majelis Syuhada datang hanya sekitar 30 jamaah. Kunjungan kedua meningkat menjadi lebih 300 orang, dan hari ini masjid penuh hingga ke luar,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Syuro Majelis Syuhada H. Pangerang Rahim, serta sejumlah tokoh yang selama ini mendukung pembangunan dan kemakmuran masjid, di antaranya H. Suyuti dan Yusuf Lapanna selaku Wakil Ketua DPRD Parepare.
Tausiyah subuh dibawakan oleh Ustadz H. Haeruddin, S.Pd.I., MA, yang juga menjabat Kepala MTs Al Badar Bilalangnge sekaligus Ketua MWC NU Kecamatan Soreang Parepare. Dalam ceramah bertema SESAT yang dimaknainya sebagai “Serius dan Santai”, ia mengajak jamaah menjalani hidup secara seimbang.
“Hidup jangan semuanya dibawa serius. Fokus pada ibadah dan pekerjaan, selebihnya jalani dengan santai. Kalau terlalu serius bisa stres, tapi kalau terlalu santai juga membuat kita tertinggal,” katanya disambut senyum dan tawa jamaah.
Dalam tausiyahnya, ia turut menyampaikan filosofi kopi sebagai pengingat agar manusia tidak bersikap sombong.
“Kopi sering disebut kopi hitam atau kopi panas, padahal ada gula di dalamnya. Begitu pula manusia, jangan merasa paling hebat. Kesombongan hanya membuat Allah murka dan manusia menjauh,” tuturnya.
Ia juga mengibaratkan kehidupan seperti kedua tangan yang memiliki fungsi berbeda namun tetap saling membantu dan melengkapi satu sama lain.
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, menyampaikan rasa syukur karena hujan tidak menjadi penghalang bagi jamaah untuk tetap hadir memakmurkan masjid.
“Alhamdulillah, hujan adalah rahmat Allah. Masjid Nurussamawati ini juga memiliki nilai sejarah karena termasuk bagian dari 999 masjid peninggalan Presiden Soeharto yang dibangun melalui Yayasan Amal Bakti Pancasila pada tahun 1986,” jelasnya.
Bakhtiar turut mengapresiasi dukungan Dinas Perhubungan Kota Parepare dan Satlantas Polresta Parepare yang membantu pengaturan parkir serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi, mengingat Jalan Nurussamawati merupakan akses penting jalur evakuasi RS Andi Makkasau.
Pada kesempatan itu juga disampaikan agenda Safari Subuh berikutnya yang akan digelar di Masjid Suppa, Kabupaten Pinrang, serta rencana kunjungan ke Masjid Belawa di Kabupaten Wajo setelah Iduladha mendatang.
Majelis Syuhada berharap gerakan Safari Subuh tidak sekadar menghadirkan keramaian di masjid, tetapi juga memperkuat budaya sedekah subuh, mempererat silaturahim antarjamaah, serta menumbuhkan semangat memakmurkan rumah Allah di tengah masyarakat.
















