Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Sawah ke Sirkuit, Pesta Panen Kading Berubah Jadi Adu Nyali Pembalap Muda

173
×

Dari Sawah ke Sirkuit, Pesta Panen Kading Berubah Jadi Adu Nyali Pembalap Muda

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Suara deru mesin motor menggema di Sirkuit Arung Nio, Dusun Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Sabtu (12/9/2026). Di tengah suasana pesta panen, tradisi syukuran masyarakat kali ini tampil berbeda. Bukan hanya hamparan gabah dan hasil sawah yang dirayakan, tetapi juga semangat anak muda melalui ajang balap motor taxi gabah

“Kading Cup Race 2026.”

Kegiatan yang digelar Himpunan Pemuda Desa Kading (HIPKA) itu resmi dibuka Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si. Ajang tersebut menjadi perpaduan unik antara rasa syukur atas hasil panen, olahraga, hiburan, tradisi pertanian, sekaligus semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 24 pembalap lokal dan 12 pembalap dari luar Kabupaten Barru ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka bergabung dalam tim lokal Barru dan bersaing memacu kendaraan di lintasan.
Yang membuat Kading Cup Race semakin menarik, panitia juga memberikan ruang bagi pembalap usia 10 hingga 13 tahun. Bahkan, dua di antaranya merupakan pembalap anak perempuan.

Bagi Abustan, kehadiran para pembalap muda menunjukkan bahwa kegiatan di desa tidak selalu harus berlangsung dalam format yang monoton. Kreativitas pemuda justru dapat menghidupkan tradisi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya potensi baru.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Pak Desa dan seluruh panitia atas ide dan gagasannya sehingga kegiatan Kading Cup Race ini dapat terlaksana,” ujar Abustan.

Menurutnya, Kading Cup Race tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi, sekaligus mengembangkan potensi pembalap dari Barru maupun daerah lain.

Namun, Abustan melihat ada potensi lain yang tak kalah penting: perputaran ekonomi masyarakat.
Ia menilai keramaian yang tercipta selama kegiatan harus bisa memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama pelaku usaha kecil yang membuka lapak di sekitar lokasi.

“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini memberikan manfaat, terutama dalam pengembangan ekonomi. Saya lihat di lokasi ini juga banyak kuliner. Sebaiknya masyarakat berbelanja untuk menghidupkan ekonomi saudara-saudara kita yang berjualan di lokasi ini,” katanya.
Ia menegaskan, setiap kegiatan masyarakat idealnya tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi meninggalkan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

“Setiap ada kegiatan, yang kita harapkan adalah ada efek ekonomi di situ,” tambahnya.

Kepada panitia dan peserta, Abustan juga mengingatkan pentingnya profesionalitas dalam penyelenggaraan lomba. Seluruh ketentuan teknis, menurutnya, harus dijelaskan secara terang sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman selama perlombaan.
Sementara kepada para pembalap, ia berpesan agar tetap mengedepankan sportivitas dan keselamatan.

“Jaga sportivitas. Ingat, kejuaraan ini bukan hanya mencari juara, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bersilaturahmi antara satu dengan yang lain,” pesannya.

Suasana pembukaan semakin hangat ketika Abustan turut mengenang masa mudanya. Ia mengaku pernah aktif menggeluti dunia balap motor sejak duduk di bangku SMP hingga beberapa tahun lalu.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa balap motor bukan sekadar soal kecepatan. Ada disiplin, keberanian, sportivitas, sekaligus persaudaraan yang harus dijaga.

Kading Cup Race 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan komunitas otomotif. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan kepemudaan dan olahraga agar terus tumbuh hingga tingkat desa.
Dari pesta panen hingga deru mesin di lintasan, Kading menunjukkan bahwa tradisi dan kreativitas anak muda dapat berjalan beriringan.

Sawah menjadi sumber kehidupan, sementara sirkuit menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan keberanian dan kemampuan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ketua IMI Kabupaten Barru, Camat Tanete Riaja, Danramil, Kapolsek Tanete Riaja, Ketua Panitia Kading Cup Race, Owner YPRT, Kepala Desa Kading beserta jajaran, serta para peserta dan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *