DENTUMNUSANTARA.COM, BARRU – Suasana Masjid Jami Taqwa Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Selasa (9/6/2026), tampak berbeda dari biasanya.
Puluhan peserta dari unsur majelis taklim dan pengurus masjid se-Kecamatan Mallusetasi berkumpul mengikuti Pelatihan Kaifiyatul Jenazah yang digelar Pemerintah Kabupaten Barru melalui BAZNAS Barru bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Mallusetasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terkait tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah secara benar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Mallusetasi, Zulkifli bersama jajaran Penyuluh Agama Islam, yakni Muhammad Said, St. Rapiah, Nuryani, Rahmawati, Rahmat, serta A. Mujiba Ainul Khaerah.
Materi pelatihan dibawakan oleh H. Munir dari Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mulai dari tata cara memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman sesuai tuntunan Islam.
Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pembinaan keagamaan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pemahaman praktis mengenai tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai syariat. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa KUA Mallusetasi bersama BAZNAS Kabupaten Barru akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah seorang peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kemampuan mengurus jenazah merupakan tanggung jawab sosial yang penting dimiliki masyarakat, sehingga pelatihan seperti ini sangat membantu dalam menambah pemahaman dan kesiapan ketika dibutuhkan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial masyarakat sekaligus melahirkan lebih banyak kader-kader pelayanan jenazah di tengah masyarakat, sehingga pelaksanaan fardu kifayah dapat berjalan sesuai tuntunan agama dan penuh penghormatan kepada sesama umat Muslim.
















