Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Lesung ke Destinasi: Wabup Barru Dorong Festival Mappadendang Gattareng Jadi Magnet Wisata Budaya

58
×

Dari Lesung ke Destinasi: Wabup Barru Dorong Festival Mappadendang Gattareng Jadi Magnet Wisata Budaya

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBarru – Denting alu yang menghantam lesung berpadu dengan semangat masyarakat mewarnai Festival Mappadendang dan Tari Sere Api di Lapangan Dusun Lempang, Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, Sabtu malam (25/7/2026).

Festival budaya yang sarat makna itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Dalam sambutannya, Abustan mengapresiasi panitia dan seluruh masyarakat Desa Gattareng yang dinilai berhasil menghadirkan festival budaya secara meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, kekayaan budaya lokal harus dipromosikan lebih luas agar dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Ia mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi budaya.

“Festival seperti ini harus dikenal lebih luas. Saya minta videonya diviralkan melalui media sosial, Instagram, Facebook hingga TikTok. Anak-anak KKN juga punya tugas membantu mempromosikan kegiatan ini agar dunia mengetahui kekayaan budaya Gattareng,” ujarnya.

Abustan menegaskan bahwa Mappadendang bukan sekadar pertunjukan tradisional, melainkan simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Ia juga menyinggung tingginya harga gabah yang kini mencapai sekitar Rp7.400 per kilogram, sebagai kabar baik bagi petani sekaligus bukti bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Mappadendang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Ia mengapresiasi masyarakat Desa Gattareng yang mampu mempertahankan adat dan tradisi leluhur meski berada di kawasan pertemuan budaya dari berbagai daerah seperti Bone, Maros, dan Pangkep.

“Kalau budaya kita hilang, masa depan juga akan kehilangan jati dirinya. Karena itu budaya harus tetap dipelihara dan menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Wakil Bupati menilai Desa Gattareng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis budaya. Ia meminta Dinas Pariwisata bersama Dinas Pertanian Kabupaten Barru menyusun strategi terpadu yang mengintegrasikan kekayaan budaya, potensi pertanian, panorama alam, hingga produk unggulan masyarakat menjadi destinasi wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Menurutnya, Gattareng memiliki banyak daya tarik, mulai dari hamparan persawahan, kawasan pegunungan, hingga produk khas seperti Kopi Gattareng dan dodol kacang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Jika budaya dijaga, pariwisatanya berkembang, UMKM tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga akan bergerak. Semua potensi ini harus dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Selain mendorong pengembangan wisata, Abustan juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai gotong royong sebagai warisan sosial masyarakat pedesaan. Ia mengajak seluruh warga untuk terus memperkuat persatuan dan solidaritas di tengah perubahan zaman.

Memasuki musim kemarau, ia turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan penggunaan kompor maupun korsleting listrik akibat pengisian daya telepon genggam yang tidak aman.
Pada kesempatan tersebut, Abustan memberikan apresiasi kepada Nur Amin, S.Pd, selaku penggiat pelestari budaya bersama seluruh panitia yang telah menginisiasi penyelenggaraan festival melalui dukungan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Barru akan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melestarikan budaya lokal.

Mengakhiri sambutannya, Abustan berharap Festival Mappadendang dan Tari Sere Api dapat terus menjadi agenda budaya tahunan Kabupaten Barru sekaligus berkembang sebagai ikon wisata yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Penggiat Pelestari Budaya Nur Amin, S.Pd menjelaskan bahwa terselenggaranya Festival Mappadendang dan Tari Sere Api merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Desa Gattareng melalui dukungan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.
Menurutnya, budaya merupakan ruh kehidupan sekaligus perekat persatuan masyarakat. Karena itu, melestarikan budaya berarti menjaga identitas dan jati diri bangsa agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Festival tersebut turut dihadiri A. Kalim (Petta Pabbicara), A. Sarnwia Oddang (Petta Hangnga), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Kepala Dinas Parekrafpora Barru, Kepala Dinas TPHP Barru, Camat Pujananting, Danpos TNI Pujananting, Kepala Desa Gattareng, para kepala desa se-Kecamatan Pujananting, Ketua Panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, para penyuluh pertanian, serta mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *