Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Kolam Bundar Pancana ke Panggung Nasional, Fikram Buktikan Anak Muda Barru Bisa Taklukkan Udang Vaname

73
×

Dari Kolam Bundar Pancana ke Panggung Nasional, Fikram Buktikan Anak Muda Barru Bisa Taklukkan Udang Vaname

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU – Dari sebuah kawasan budidaya di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, seorang anak muda bernama Fikram, S.Pi., membuktikan bahwa sektor perikanan mampu menjadi ladang usaha menjanjikan bagi generasi muda.

Mengandalkan teknologi dan manajemen budidaya yang terukur, Fikram mengembangkan usaha udang vaname dengan metode kolam bundar. Kiprahnya bahkan mengantarkan dirinya meraih Svarna Bhumi Award 2026 Program Ketahanan Pangan tingkat nasional.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Barru.

Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menerima ekspose Fikram di ruang rapat Wakil Bupati Barru, Selasa (1/9/2026), sebelum kemudian meninjau langsung lokasi budidaya udang vaname di Pancana.

Ekspose tersebut turut dihadiri Pimpinan Cabang BSI Barru bersama jajaran, Kepala Bapperida Kabupaten Barru, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Barru, serta Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Barru bersama jajaran.

Di hadapan pemerintah daerah dan pihak terkait, Fikram memaparkan pengembangan usaha yang dikelolanya, mulai dari metode budidaya, kebutuhan investasi, kapasitas produksi hingga potensi pendapatan.

Pemuda asal Garongkong, Kabupaten Barru, itu kini mengelola 14 kolam bundar di Desa Pancana. Sebanyak 10 kolam memiliki diameter 25 meter dan empat kolam lainnya berdiameter 23 meter.

Untuk membangun infrastruktur setiap kolam, termasuk konstruksi kolam bundar, jaringan listrik dan kincir, dibutuhkan investasi sekitar Rp110 juta. Sementara modal operasional budidaya hingga masa panen, yang mencakup benur, pakan dan kebutuhan lainnya, mencapai sekitar Rp100 juta per kolam dalam setiap siklus.

Setiap kolam ditebar sekitar 140.000 ekor benur. Dengan masa pemeliharaan berkisar 115–120 hari, produksi rata-rata mencapai 2,5–2,7 ton udang per kolam setiap siklus, dengan ukuran rata-rata size 30.
Dari produksi tersebut, pengelola mampu mencatat pendapatan bersih sekitar Rp50–80 juta per kolam setiap siklus.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa budidaya perikanan yang dikelola dengan pendekatan teknologi dan manajemen yang tepat mampu menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.
Saat meninjau langsung lokasi budidaya, Wakil Bupati Barru mengapresiasi inovasi dan keberanian Fikram dalam mengembangkan usaha perikanan.

Menurut Abustan, penghargaan di tingkat nasional yang diraih Fikram menjadi bukti bahwa generasi muda Barru memiliki kemampuan untuk mengubah potensi lokal menjadi usaha produktif.

“Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita apresiasi. Yang kita harapkan bukan hanya Fikram yang berhasil, tetapi keberhasilan ini bisa menginspirasi dan melahirkan Fikram-Fikram baru di Kabupaten Barru,” ujar Abustan.

Ia mendorong generasi muda Barru agar tidak lagi memandang sektor perikanan sebagai pekerjaan tradisional semata. Menurutnya, sektor tersebut memiliki peluang ekonomi besar apabila dikembangkan dengan teknologi, inovasi dan tata kelola usaha yang baik.

“Jangan melihat perikanan hanya sebagai sektor biasa. Di dalamnya ada peluang ekonomi yang besar. Kalau dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan Fikram, bisa memberikan hasil dan membuka lapangan usaha,” katanya.

Abustan juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang mampu mendorong semakin banyak anak muda terjun ke sektor produktif, termasuk perikanan dan kelautan.

Ia berharap model budidaya udang vaname yang dikembangkan Fikram di Pancana dapat menjadi contoh yang dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

“Harapan kita, apa yang kita lihat hari ini bisa berkembang lebih besar, berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah tentu akan terus mendorong dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, keberhasilan Fikram tidak berhenti pada produksi udang maupun penghargaan nasional yang diraihnya.

Lebih jauh, kisah tersebut menjadi pesan bahwa potensi daerah dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi ketika dikelola dengan keberanian, inovasi, teknologi dan kerja keras.

Dari kolam-kolam bundar di Pancana, semangat kewirausahaan itu diharapkan terus menyebar, melahirkan lebih banyak anak muda Barru yang berani mengolah potensi daerah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *