Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Anabanua untuk Barru: Yonif TP Disiapkan Jadi Kekuatan Pertahanan Sekaligus Penggerak Ekonomi

87
×

Dari Anabanua untuk Barru: Yonif TP Disiapkan Jadi Kekuatan Pertahanan Sekaligus Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

DENTUMNUSANTARA.COM, Barru – Pemerintah Kabupaten Barru bersama Kodim 1405/Parepare mulai mematangkan langkah pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Anabanua, Kecamatan Barru. Sosialisasi persiapan lahan digelar di Aula Kantor Desa Anabanua, Rabu (3/6/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, S.I.P., Kepala KPH Wilayah Barru, BPN Kabupaten Barru, Camat Barru, Kepala Desa Anabanua, perangkat desa, kepala dusun, serta mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.

Dalam forum itu, Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan program strategis yang telah memiliki dasar hukum dan legalitas yang jelas.

Lahan yang akan digunakan disebut telah ditetapkan melalui surat keputusan pemerintah dan mengantongi sertifikat resmi dengan luas sekitar 49,6 hektare.
Menurutnya, kehadiran Yonif TP bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga diproyeksikan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di Barru.

“Keberadaan batalyon ini diharapkan membuka peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, dan menghadirkan dampak positif bagi perkembangan daerah,” ujar Abustan.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan proses pembangunan tetap mengedepankan pendekatan dialogis dan musyawarah bersama masyarakat. Hal itu terutama menyangkut lahan yang selama ini telah dimanfaatkan warga untuk kegiatan produktif.

“Kami hadir untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Jika ada lahan yang sudah ditanami atau dimanfaatkan warga, tentu bisa dibicarakan dan dikoordinasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang utama adalah menjaga komunikasi dan musyawarah,” tegasnya.

Abustan juga meminta agar anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lagolla yang berjumlah sekitar 120 orang didata dan dipertemukan guna mencari solusi terbaik terkait pengelolaan lahan terdampak.
Sementara itu, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat menjelaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Barru belum memiliki batalyon sendiri dan masih berada dalam wilayah pembinaan Kodim 1405/Parepare.

Karena itu, keberadaan Yonif TP dinilai penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.
Namun, ia menegaskan bahwa konsep Yonif TP tidak hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga pembangunan masyarakat.

“Personel Yonif TP nantinya akan dibekali kemampuan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan. Jadi kehadirannya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekitar 1.000 personel direncanakan akan ditempatkan secara bertahap menyesuaikan kesiapan satuan dan fasilitas pendukung.

Di sisi lain, Kepala Desa Anabanua Faharuddin mengungkapkan bahwa kawasan di Dusun Banga-Bangae sebenarnya telah didata sejak tahun 2017 oleh instansi terkait. Dalam perkembangannya, sebagian masyarakat memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam kakao dan kopi sebagai sumber penghidupan.

Menurutnya, masyarakat pada prinsipnya telah menerima rencana pembangunan Yonif TP sejak awal penetapan lokasi. Namun perubahan batas kawasan pada peta terbaru menyebabkan sebagian area garapan Kelompok Tani Hutan masuk dalam lokasi pembangunan.

“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan kejelasan mengenai status dan batas wilayah lahan, sekaligus menghasilkan solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh dialog.

Pemerintah daerah bersama TNI menegaskan komitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis agar pembangunan Yonif TP dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *