Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Cokelat, Senyum, dan Core Memory: Cara Sederhana Bupati Andi Ina Menyentuh Hati Anak-Anak Barru

67
×

Cokelat, Senyum, dan Core Memory: Cara Sederhana Bupati Andi Ina Menyentuh Hati Anak-Anak Barru

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBarru – Bagi banyak anak di Kabupaten Barru, kehadiran Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, selalu menghadirkan kebahagiaan. Bukan semata karena jabatan yang disandangnya, tetapi karena sosok yang mereka kenal begitu dekat dengan anak-anak melalui senyum hangat, sapaan penuh kasih, dan sebatang cokelat yang hampir selalu dibagikan setiap kali bertemu.

Pemandangan itu telah menjadi bagian dari setiap kunjungan kerja Andi Ina ke sekolah, desa, maupun berbagai kegiatan masyarakat. Bahkan sebelum rombongan tiba, anak-anak sudah lebih dulu berkumpul di pinggir jalan atau lokasi acara. Dengan wajah penuh antusias, mereka melambaikan tangan sambil berseru,

“Bu Bupati datang…!”
Bagi sebagian orang, cokelat mungkin hanyalah hadiah sederhana. Namun bagi Andi Ina, benda kecil itu memiliki makna yang jauh lebih besar. Ia percaya perhatian sederhana dapat menjadi kenangan yang membekas dalam perjalanan hidup seorang anak.

Menurutnya, masa kanak-kanak merupakan periode penting ketika core memory atau kenangan paling berharga mulai terbentuk. Karena itu, setiap senyum, sapaan, dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak diyakini mampu menjadi bekal emosional yang akan mereka bawa hingga dewasa.

“Anak-anak itu sedang berada di masa ketika core memory terbentuk. Mungkin bagi kita, memberikan cokelat adalah hal yang biasa. Tapi bagi seorang anak, momen ketika disapa, diperhatikan, dan menerima cokelat bisa menjadi kenangan yang mereka ingat hingga dewasa,” ujar Andi Ina.

Ia menuturkan, membangun masa depan generasi penerus tidak selalu dimulai dari program-program besar. Sentuhan kasih sayang, perhatian yang tulus, dan kebahagiaan yang dihadirkan melalui hal-hal sederhana justru sering menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter anak.

“Itulah kenapa saya selalu membawa cokelat setiap kali berkunjung dan bertemu anak-anak. Bagi saya, yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak kita tumbuh dengan bahagia dan memiliki banyak kenangan baik,” katanya.
Makna kebiasaan tersebut terasa semakin mendalam bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Andi Ina tidak dapat berbagi cokelat secara langsung karena tengah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.

Meski berada ribuan kilometer dari Barru, perhatian dan kasih sayangnya tetap mengalir. Dari Makkah, ia mengirimkan doa agar seluruh anak-anak Barru tumbuh sehat, bahagia, cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Baginya, setiap momen kecil yang tercipta bersama anak-anak hari ini dapat menjadi kenangan indah yang akan terus hidup dalam ingatan mereka.

“Siapa tahu, dari momen-momen kecil seperti itu lahir core memory yang akan mereka bawa sepanjang hidupnya. Dan suatu hari nanti, ketika mereka tumbuh menjadi orang-orang hebat atau mengambil peran penting di negeri ini, mereka masih mengingat Barru sebagai tempat yang menyimpan banyak cerita indah tentang masa kecil mereka,” tutup Andi Ina.

Di balik sepotong cokelat yang dibagikan dengan penuh ketulusan, tersimpan pesan tentang kepedulian, kasih sayang, dan harapan.

Sebuah cara sederhana yang diyakini mampu menanamkan kebahagiaan di hati anak-anak sekaligus membangun generasi Barru yang berkarakter, percaya diri, dan siap menyongsong masa depan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *