Dentumnusantara.comBARRU – Pemerintah Kabupaten Barru semakin memperkuat komitmennya dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen Pembangunan Sanitasi oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat menerima audiensi jajaran Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dalam rangka Coaching Clinic II dan Audiensi Kepala Daerah Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2026 di Rumah Jabatan Bupati Barru, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Baskoro Elmiawan, S.T., beserta jajaran, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP), serta fasilitator Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Dalam sambutannya, Bupati Barru menegaskan bahwa pembangunan sanitasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari tersedianya layanan sanitasi yang layak bagi seluruh warga.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang menjadi komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Barru dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati memaparkan bahwa berdasarkan data Pokja PKP, kondisi sanitasi di Kabupaten Barru masih menghadapi tantangan besar. Akses sanitasi aman saat ini baru mencapai sekitar 0,85 persen, sementara target nasional yang harus dicapai pada tahun 2029 sebesar 11,3 persen.
Persoalan lainnya juga terlihat pada infrastruktur pengelolaan air limbah.
Dari 28 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah dibangun, sebanyak 25 unit mengalami kerusakan berat sehingga belum dapat berfungsi secara optimal. Sementara di sektor persampahan, layanan pengangkutan sampah baru menjangkau sekitar 18,92 persen rumah tangga.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Barru menandatangani Berita Acara Komitmen Pembangunan Sanitasi sebagai implementasi Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 600.10.6189/Kep/Bangda/2026 tentang Penetapan Daerah Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota pada Program PPSP Tahun 2026. Barru menjadi salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang mendapat pendampingan dalam program tersebut.
Komitmen itu diwujudkan melalui Paket Kebijakan Sanitasi
“BARRU TUNTAS” atau Barru Terpadu Urus Sanitasi, Masyarakat Sehat, yang disusun berdasarkan kajian menyeluruh terhadap aspek teknis, regulasi, kelembagaan, pendanaan, serta partisipasi masyarakat.
Paket kebijakan tersebut memuat enam program prioritas, yakni percepatan akses sanitasi aman, perluasan layanan persampahan, penguatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui bank sampah, penguatan tata kelola sanitasi terpadu, peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta sinkronisasi pendanaan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebagai langkah awal implementasi, Pemerintah Kabupaten Barru akan melaksanakan uji coba model layanan sanitasi di kawasan Kampung Percontohan pada tahun 2026. Program tersebut akan dikembangkan menjadi model layanan sanitasi skala penuh pada 2027 sebagai bagian dari upaya mencapai target akses sanitasi aman pada 2029.
Bupati menegaskan, keberhasilan program sanitasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat.
“Komitmen ini menjadi awal penguatan kolaborasi kita. Sanitasi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang menjaga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Pokja PKP, fasilitator PPSP, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten Barru.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun mampu mempercepat terwujudnya Kabupaten Barru yang lebih bersih, sehat, dan memiliki sistem sanitasi yang modern serta berkelanjutan.
“Melalui semangat kolaborasi, saya optimistis Barru mampu mencapai target sanitasi aman sekaligus menghadirkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutup Bupati.
















