Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Bukan Sekadar Bantuan, Barru Dorong Keluarga Miskin Bangkit Jadi Mandiri

50
×

Bukan Sekadar Bantuan, Barru Dorong Keluarga Miskin Bangkit Jadi Mandiri

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Pemerintah Kabupaten Barru bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barru mulai mengubah cara pandang dalam menanggulangi kemiskinan. Bantuan tidak lagi sekadar diberikan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan menjadi modal yang mampu menciptakan penghasilan dan kemandirian keluarga.

Semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Ekonomi Berkecukupan dan Berkelanjutan Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Barru dan Baznas.
Program dengan tema

“Bersama Membangun Kemandirian Ekonomi Menuju Keluarga Sejahtera” itu resmi diluncurkan oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., di Ruang Pertemuan Lantai 2 Bapperida Barru, Jumat (11/9/2026).

Bupati Andi Ina mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret untuk mendorong masyarakat miskin dan rentan miskin memiliki sumber pendapatan yang produktif, sekaligus mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang menjadi salah satu penggagas program tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Wakil Bupati, karena program ini merupakan hasil atau buah pemikiran dari Pak Wakil,” ujar Andi Ina.

Menurutnya, kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh rendahnya pendapatan. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan akses masyarakat terhadap pekerjaan dan sumber penghasilan, keterampilan, pasar, permodalan hingga kemampuan mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
Karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan konsumtif.

Pemerintah, kata Andi Ina, harus menghadirkan intervensi yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka jalan agar keluarga penerima manfaat dapat membangun sumber pendapatan sendiri.

“Yang tadinya mereka menjadi penerima bantuan, kita harapkan ke depan mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan, tetapi justru mampu menjadi pihak yang memberikan bantuan kepada orang lain,” jelasnya.

Andi Ina menegaskan, bantuan dalam program tersebut harus diperlakukan sebagai modal dan aset produktif, bukan sesuatu yang habis setelah diterima.

Penerima manfaat diminta menjaga, mengelola dan mengembangkan bantuan yang diberikan. Sebagian hasil usaha pun diharapkan kembali diputar sebagai modal agar usaha terus tumbuh.

“Ini bukan bantuan yang habis setelah diterima. Bantuan yang diberikan harus dijaga, dikembangkan dan dikelola dengan benar,” tegasnya.

Untuk memastikan tujuan tersebut tercapai, Bupati meminta seluruh perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, Baznas serta pihak-pihak yang terlibat melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan program bukan sekadar berapa banyak bantuan yang telah disalurkan.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah usaha penerima manfaat berkembang, produktivitas meningkat, pendapatan keluarga bertambah, dan semakin banyak masyarakat yang berhasil keluar dari kondisi kemiskinan.

“Keberhasilan yang nyata adalah ketika beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian kita melihat usaha mereka bertumbuh, pendapatan keluarga meningkat, dan mereka mampu keluar dari kondisi kemiskinan,” katanya.

Menjangkau 18 Rumah Tangga sebagai Tahap Awal
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bapperida Barru, H. A. Unru, ST., M.SP., menjelaskan bahwa launching dan penandatanganan PKS menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan kemiskinan.

Program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, masyarakat hingga berbagai mitra pembangunan.

Intervensinya tidak hanya menyentuh permodalan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan, produksi, pengolahan dan pemasaran hasil usaha.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan PKS antara para lurah se-Kabupaten Barru dengan Baznas Barru sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Baznas.

H. A. Unru menyebutkan, tahap awal program menyasar 18 rumah tangga miskin yang berada pada desil 1 sampai 5 dan tersebar di sejumlah kelurahan di Kabupaten Barru.

Ke depan, program tersebut direncanakan diperluas hingga menjangkau rumah tangga miskin di seluruh desa dengan kriteria penerima manfaat sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Pada kesempatan ini juga kami laporkan ada sembilan desa yang telah siap melaksanakan kegiatan ini melalui dana desa,” jelasnya.

Bantuan perdana yang diserahkan dalam kegiatan tersebut terdiri atas 100 ekor ayam, 35 ekor itik siap bertelur, 10 polibag beserta bibit tanaman hortikultura, serta kandang dan kelengkapannya.

Bantuan itu diharapkan menjadi titik awal bagi penerima manfaat untuk membangun usaha produktif dari lingkungan rumah masing-masing.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aset milik penerima, tetapi berkembang menjadi sumber pendapatan yang mampu memperkuat ekonomi keluarga.
Program ini pada akhirnya membawa satu pesan utama: mengentaskan kemiskinan bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi menciptakan jalan agar masyarakat mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M.Si., Sekretaris Daerah Barru Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Drs. Fariadi Abujahja, M.M., para pimpinan OPD terkait, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Barru, Ketua Baznas Barru, pimpinan BUMN/BUMD, serta para penerima manfaat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *