Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Barru Pasang Strategi Hadapi El Nino, 2.227 Hektare Sawah Siap Digarap Lewat Pertanian Modern

161
×

Barru Pasang Strategi Hadapi El Nino, 2.227 Hektare Sawah Siap Digarap Lewat Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.coBarru – Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat langkah menuju swasembada pangan dengan mengadopsi sistem pertanian modern melalui Program Petani Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program ini diyakini menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim yang diprediksi memengaruhi musim tanam tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., saat mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dalam Rapat Koordinasi Penerapan Perluasan Budidaya Padi melalui Program PM-AAS di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Abustan didampingi Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M.

Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Barru terhadap program strategis nasional yang mengedepankan mekanisasi dan teknologi pertanian modern.

Menurut Abustan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga kemampuan memanfaatkan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program PM-AAS. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan sistem pertanian modern akan menjadi pendorong utama peningkatan produksi padi di Kabupaten Barru.

Selain itu, dukungan sarana dan prasarana serta kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.

Rapat koordinasi yang diikuti seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen pencapaian target PM-AAS Provinsi Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare sebagai bagian dari target nasional pengembangan lahan pertanian modern seluas 1 juta hektare pada tahun 2026.

Kabupaten Barru sendiri menyatakan komitmen mengembangkan Program PM-AAS pada lahan seluas 2.227 hektare. Namun, sebagai bentuk adaptasi terhadap potensi dampak El Nino di wilayah pantai barat Sulawesi Selatan, jadwal tanam yang semula direncanakan berlangsung pada Juli–September 2026 disesuaikan menjadi Oktober–November 2026.

Menurut Abustan, penyesuaian jadwal tersebut merupakan langkah strategis agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengabaikan kondisi alam.

“Alhamdulillah, sebagai upaya menyiasati kondisi alam, khususnya perubahan iklim, kita harus mengikuti kondisi iklim, bukan melawannya. Karena itu, kabupaten yang berada di zona pantai barat, termasuk Barru, diberikan penyesuaian jadwal tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim,” jelasnya.

Melalui penerapan PM-AAS, Pemerintah Kabupaten Barru optimistis produktivitas padi akan terus meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan petani dapat terdongkrak.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Barru dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *