dentumnusantara.comBARRU, MALLUSETASI – Mengawali musim tanam padi, Pemerintah Desa Manuba menggelar tradisi Mappalili sebagai penanda dimulainya aktivitas turun sawah. Kegiatan ini berlangsung di area persawahan Kelompok Tani Beringin Satu, Dusun Pallae, Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., beserta tim; anggota DPRD Kabupaten Barru, H. Rudi Hartono; Camat Mallusetasi, Andi Sandy Mulaputra, S.E., M.M.; Kapolsek Mallusetasi, Iptu Muhammad Tang; serta Babinsa Desa Manuba yang mewakili Danramil 1405-05/Mallusetasi.
Turut hadir Kepala Desa Manuba, Hasna Sultan, S.Sy., anggota BPD Desa Manuba, Bhabinkamtibmas, Koordinator BPP Mallusetasi beserta penyuluh pertanian, Ketua KTNA Mallusetasi, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mallusetasi, para kepala dusun dan ketua RT se-Desa Manuba, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok tani.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., mengatakan bahwa Mappalili merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat agraris yang menandai dimulainya musim tanam. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Namun, ia mengingatkan para petani agar tetap waspada terhadap potensi dampak fenomena El Niño yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan keberlangsungan musim tanam.
Menurutnya, ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penanaman padi. Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi cuaca BMKG yang dirujuknya, hujan diperkirakan turun pada Desember, meskipun durasi musim hujan berpotensi tidak berlangsung lama.
“Oleh karena itu, saya menyarankan agar petani mempercepat pelaksanaan tanam dengan tetap memperhatikan kondisi air, menggunakan benih padi berumur genjah atau berumur pendek, serta mengikuti anjuran pemerintah melalui penyuluh pertanian yang bertugas di desa,” ujarnya.
Ia berharap, melalui perencanaan musim tanam yang tepat dan penerapan teknik budidaya sesuai anjuran, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sementara itu, Kepala Desa Manuba, Hasna Sultan, S.Sy., menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tradisi Mappalili di Desa Manuba.
Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi awal yang baik bagi keberhasilan musim tanam serta peningkatan hasil pertanian masyarakat setempat.
“Kami berharap apa yang kita laksanakan hari ini menjadi awal keberhasilan bagi para petani kami, sehingga hasil pertanian semakin meningkat dan dapat mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh pegawai KUA Kecamatan Mallusetasi. Dalam doa tersebut, para peserta memohon kepada Allah SWT agar petani dan pemerintah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta hasil panen yang melimpah. Mereka juga berharap hujan segera turun agar ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan pertanian masyarakat.
Pelaksanaan Mappalili ini menjadi wujud pelestarian tradisi lokal sekaligus momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam menghadapi musim tanam.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan para petani Desa Manuba semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim, menjaga produktivitas pertanian, dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Barru.
















