Dentumnusantara.comMANUBA, BARRU – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda diwujudkan Karang Taruna Kecamatan Mallusetasi melalui langkah nyata di bidang pendidikan.
Bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), organisasi kepemudaan ini membuka akses pendidikan kesetaraan bagi anak-anak dan remaja yang putus sekolah, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program yang berlangsung di Desa Manuba tersebut menghadirkan layanan pendidikan Paket A, Paket B, dan Paket C secara gratis dengan sistem pembelajaran yang fleksibel. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya anak usia sekolah yang terpaksa menghentikan pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.
Ketua III Karang Taruna Kecamatan Mallusetasi Bidang Keagamaan dan Pemberdayaan Sosial, Noor Faizal, S.H., menjadi penggagas lahirnya program PKBM tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak yang tidak boleh terhenti hanya karena persoalan biaya.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi pemuda di Mallusetasi yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan. PKBM ini kami hadirkan sebagai jembatan bagi mereka untuk kembali belajar, memperoleh ijazah kesetaraan, dan memiliki peluang masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus Karang Taruna A. Syah Indra Irwan, saat ditemui di Sekretariat Karang Taruna, Sabtu (25/7/2026), menjelaskan bahwa seluruh proses pembelajaran tidak dipungut biaya. Selain itu, jadwal belajar disusun secara fleksibel agar peserta tetap dapat bekerja atau membantu keluarga tanpa harus meninggalkan pendidikan.
“Pengajarnya berasal dari pengurus Karang Taruna yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing. Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang nyaman sekaligus berkualitas,” katanya.
Program ini menyasar anak putus sekolah berusia 12 hingga 21 tahun. Selain mengikuti kurikulum pendidikan kesetaraan, peserta juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan seperti kewirausahaan, digital marketing, serta keterampilan dasar lainnya yang diharapkan mampu menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Hingga Juli 2026, sejumlah peserta aktif telah mengikuti proses pembelajaran di PKBM binaan Karang Taruna yang berpusat di Desa Manuba.
Karang Taruna Mallusetasi berharap kolaborasi dengan PKBM terus diperkuat sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan.
“Harapan kami sederhana, yakni memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ketika pemudanya cerdas dan memiliki keterampilan, maka Mallusetasi akan semakin maju dan berdaya saing,” tutup A. Syah Indra Irwan.
















