Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
MamujuDaerah

Rakyat Menggugat: Implementasi Program BPBL Dinilai Amburadul, Hasby Assiddik Desak PLN Transparan dan Segera Lakukan Audit

196
×

Rakyat Menggugat: Implementasi Program BPBL Dinilai Amburadul, Hasby Assiddik Desak PLN Transparan dan Segera Lakukan Audit

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, MAMUJU, 6 MEI 2026 – Pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kini tengah menjadi sorotan tajam. Program yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan akses listrik, justru dinilai penuh dengan masalah mulai dari ketidaktepatan sasaran hingga teknis pemasangan yang di bawah standar.

Koordinator Gerakan, Hasby Assiddik, menyatakan bahwa aspirasi ini merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap kinerja PLN dan pihak terkait dalam mengelola dana negara untuk rakyat kecil.

“Kami menilai pelaksanaan BPBL saat ini tidak transparan dan sangat lambat. Banyak warga yang secara syarat terpenuhi namun justru dicoret dari daftar penerima, sementara di lapangan, realisasi pemasangan hanya menjadi janji-janji kosong tanpa kepastian waktu,” tegas Hasby Assiddik dalam pernyataannya hari ini.

Dalam dokumen tuntutan yang dirilis, terdapat empat poin utama yang didesak oleh rakyat:

Transparansi dan Keadilan Data: Menuntut audit menyeluruh terhadap data penerima bantuan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.

Percepatan Realisasi: Mendesak PLN segera melakukan eksekusi pemasangan bagi warga yang telah terdaftar resmi tanpa penundaan lebih lanjut.

Standardisasi Teknis: Menuntut penghentian praktik pemasangan instalasi listrik yang asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi keamanan.

Pertanggungjawaban Publik: Pihak berwenang wajib memberikan penjelasan resmi mengenai kendala dan ketidaktepatan sasaran yang terjadi di lapangan.

Hasby Assiddik juga memberikan ultimatum keras bahwa jika tuntutan ini tidak direspons dengan tindakan nyata dalam waktu dekat, gelombang massa yang lebih besar akan dikerahkan.

“Listrik adalah kebutuhan dasar, bukan hak istimewa segelintir orang. Kami tidak akan tinggal diam melihat hak-hak rakyat kecil dipermainkan oleh birokrasi yang lambat dan tidak profesional,” tambah Hasby.

Aksi ini diharapkan dapat memicu evaluasi total dari Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) terhadap mitra-mitra pelaksana di lapangan agar program BPBL kembali pada tujuan mulianya: menerangi rumah rakyat miskin dengan adil dan merata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *