Dentumnusantara.comBarru – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Kampus III Putri Bulu Lampang, Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Ahad (28/6/2026), saat ratusan santri dan mahasantri resmi menuntaskan perjalanan pendidikannya dalam Penamatan Santri ke-84 dan Wisuda ke-7 Ma’had Aly.
Momentum ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi penanda berlanjutnya estafet pengabdian Pondok Pesantren DDI Mangkoso dalam mencetak ulama, intelektual, dan generasi berakhlak yang siap mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi DDI Mangkoso sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah melahirkan banyak tokoh, ulama, dan cendekiawan yang berkiprah di berbagai bidang.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Barru, saya mengucapkan selamat kepada Anregurutta Prof. Dr. KH. Muhammad Faried Wajedy beserta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren DDI Mangkoso atas terselenggaranya penamatan santri dan wisuda Ma’had Aly ini,” ujar Bupati.
Menurut Andi Ina, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan merupakan buah dari kerja keras, doa orang tua, serta dedikasi para guru dan pengasuh yang tanpa lelah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.
Ia menegaskan, lulusan pesantren tidak hanya dituntut memiliki keluasan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan melalui akhlak dan integritas di tengah masyarakat.
“Kalian dididik bukan hanya menjadi ilmuwan, tetapi juga menjadi agamawan. Jadilah ilmuwan yang agamawan atau agamawan yang ilmuwan. Ilmu akan menjadi sempurna apabila dihiasi dengan akhlak yang mulia,” pesannya.
Bupati juga mengingatkan bahwa kehidupan setelah lulus merupakan ujian sesungguhnya. Jika selama di pesantren para santri dinilai oleh para pengajar, maka ketika kembali ke masyarakat, seluruh perilaku mereka akan menjadi perhatian dan penilaian banyak orang.
“Pengujinya bukan lagi dua atau tiga orang, melainkan seluruh masyarakat. Karena itu, jagalah nama baik almamater dan jadilah pribadi yang membawa manfaat di mana pun berada,” tuturnya.
Ia mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar serta terus meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kerendahan hati.
Kepada para orang tua, Bupati menyampaikan penghargaan atas pengorbanan dan kesabaran mendampingi putra-putri mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar para lulusan dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Andi Ina juga mengapresiasi kontribusi besar Pondok Pesantren DDI Mangkoso sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Barru dalam mencetak generasi Qurani. Menurutnya, banyak santri DDI Mangkoso yang berhasil mengharumkan nama Barru melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun berbagai kompetisi keagamaan di tingkat regional dan nasional.
Menutup sambutannya, Bupati memohon doa seluruh ulama dan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Barru senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah pembangunan. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru yang meningkat dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025, melampaui rata-rata nasional.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Prof. Dr. KH. Muhammad Faried Wajedy, Lc., M.A., menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, alumni, tokoh agama, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Penamatan Santri ke-84 dan Wisuda ke-7 Ma’had Aly.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik almamater, melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat, serta menjadi penerus perjuangan ulama dalam menyebarkan ilmu, dakwah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Prosesi penamatan dan wisuda turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama RI, Ketua PB DDI, Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, Bupati Sidrap, unsur Forkopimda Barru, anggota DPRD Kabupaten Barru, perwakilan pemerintah daerah dari Parepare, Soppeng, Pinrang, Maros, dan Pangkep, jajaran Kementerian Agama dari sejumlah kabupaten, para pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, serta ratusan orang tua dan santri yang memenuhi lokasi kegiatan.
Penamatan ke-84 ini menjadi bukti bahwa DDI Mangkoso tetap kokoh sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang terus menyalakan cahaya ilmu, melahirkan generasi berintegritas, serta mengabdi untuk kemajuan umat dan bangsa.
















