Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

5.000 Paket Zakat Ramadan Disalurkan di Barru, Bupati Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran

144
×

5.000 Paket Zakat Ramadan Disalurkan di Barru, Bupati Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara. Com. Barru — Pemerintah Kabupaten Barru bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menyalurkan bantuan logistik Ramadan kepada masyarakat kurang mampu. Tahun ini sebanyak 5.000 paket bantuan disalurkan kepada warga penerima manfaat di berbagai wilayah di Kabupaten Barru.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartikasari, di Gedung Islamic Center Barru pada Rabu (11/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan infak masyarakat setiap tahun kepada warga yang membutuhkan. Menurutnya, bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.

“Alhamdulillah, apa yang kita niatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hari ini bisa kita lihat langsung penyalurannya. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi BAZNAS untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” ujar Andi Ina.

Meski jumlah paket yang disalurkan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.000 paket, Bupati menjelaskan bahwa sekitar 2.000 penerima lainnya tetap memperoleh bantuan melalui program pemberdayaan ekonomi.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat sehingga penerima zakat (mustahiq) di masa depan dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzakki).

“Kita berharap masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan dapat diberdayakan, sehingga suatu saat mereka justru menjadi orang yang menyalurkan zakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya ketepatan data penerima bantuan, khususnya yang bersumber dari data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) pada kategori Desil 1 dan Desil 2. Ia mengakui masih ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan.

“Ada yang tercatat sebagai Desil 1 atau Desil 2, tetapi di lapangan memiliki rumah bagus bahkan kendaraan. Ini berarti ada hak orang lain yang sebenarnya lebih layak menerima,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar penyaluran bantuan sosial dilakukan secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan politik maupun hubungan keluarga.

“Kalau bicara soal kemanusiaan, tidak boleh ada kepentingan politik atau keluarga yang ikut bermain. Jangan sampai hak orang yang layak justru tertutup,” ujarnya.

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah akan mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat diterima sebelum Hari Raya Idulfitri.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat memanfaatkan sisa bulan Ramadan untuk memperbanyak ibadah serta memperkuat kepedulian sosial.

“Semoga di 10 hari terakhir Ramadan ini kita semua diberikan kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar dan terus memperbanyak amal kebaikan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Barru, H. La Minu Kalibu, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan zakat tahun ini mengalami penyesuaian sistem distribusi. Hal tersebut mengikuti kebijakan dari pusat yang mengatur komposisi program BAZNAS menjadi 50 persen pemberdayaan dan 50 persen distribusi bantuan.

Menurutnya, penguatan program pemberdayaan difokuskan pada bantuan modal usaha bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 dalam data kesejahteraan.

Ia juga meminta para camat, lurah, dan kepala desa untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perubahan sistem tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga.

Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Barru, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus BAZNAS, para camat, kepala desa, lurah, serta relawan BAZNAS.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *