Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BarruDaerah

Wabup Barru Buka Raker DPC Abpednas, Tekankan Peran BPD Kawal Dana Desa dan Pengentasan Kemiskinan

72
×

Wabup Barru Buka Raker DPC Abpednas, Tekankan Peran BPD Kawal Dana Desa dan Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Barru – Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, secara resmi membuka Rapat Kerja Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC Abpednas) Kabupaten Barru yang digelar di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Minggu (14/12/2025).

Rapat kerja tersebut diikuti oleh 215 peserta dari total 304 pengurus dan anggota DPC Abpednas Kabupaten Barru yang terdiri atas ketua dan anggota BPD se-Kabupaten Barru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan agar BPD tidak terjebak dalam konflik internal yang justru melemahkan peran kelembagaan. Menurutnya, Abpednas harus menjadi ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan praktik baik, sekaligus wadah menebar kebaikan di desa.

Ia menegaskan bahwa kuat atau lemahnya pemerintahan desa sangat ditentukan oleh kualitas BPD. BPD yang lemah, kata dia, akan membuat pemerintahan desa berjalan tanpa pengawasan dan arah yang jelas.

“BPD ini kuncinya desa. Bupati dan Wakil Bupati berada pada tataran kebijakan makro, tetapi urusan mikro ada di desa. Dan di situlah BPD bertugas mengawal,” tegas Abustan.

Ia juga menekankan agar BPD berperan sebagai problem solver dan decision maker, bukan sekadar mengikuti keputusan kepala desa tanpa kajian dan diskusi yang matang.

Abustan menyoroti besarnya APBDes di Kabupaten Barru yang rata-rata telah melampaui Rp2 miliar per desa, namun belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan, stunting, dan pengangguran.

“Kalau dana desa besar tapi orang miskin bertambah, stunting meningkat, dan anak muda menganggur, berarti ada yang keliru. Dana desa jangan hanya habis untuk jalan lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa warga miskin harus menjadi bagian utama dalam perencanaan dan penganggaran desa. Keberpihakan APBDes, lanjutnya, diukur dari sejauh mana anggaran tersebut menyentuh masyarakat miskin.

Dalam arahannya, Wakil Bupati mendorong desa mengoptimalkan dana ketahanan pangan dengan membuka lahan produktif minimal dua hingga sepuluh hektare per tahun.

“Jangan biarkan lahan tidur. Tanami durian, kopi, alpukat, nangka, atau komoditas bernilai ekonomi. Desa punya uang dan lahan, tinggal kemauan,” katanya.

Selain pertanian, ia juga memaparkan penguatan ekonomi rumah tangga melalui bantuan ternak produktif seperti itik petelur dan ayam kampung, lengkap dengan sarana pendukung awal.

“Dalam dua bulan sudah bisa menghasilkan. Siklus berikutnya harus mandiri, tidak boleh terus dimanjakan,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan perang melawan kemiskinan, stunting, dan kebodohan.

“Dana desa adalah senjatanya, dan BPD adalah pengawalnya,” ujarnya.

Abustan juga mendorong pembinaan generasi muda desa agar tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri, tetapi berani menjadi petani dan pelaku usaha.

“Petani tidak mengenal pensiun. Pegawai ada batas usia, tetapi petani bisa bekerja sepanjang hayat,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak peserta rapat mendoakan para korban bencana alam di Sumatera serta memohon doa agar Kabupaten Barru dijauhkan dari bencana dan perpecahan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMDPPKBPPPA Barru Herman Jaya, Ketua dan pengurus DPC Abpednas Barru, serta undangan lainnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *