DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar dialog terkait penyelesaian disparitas data kepegawaian yang dirangkaikan dengan sosialisasi program pendidikan, mulai jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), hingga Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Kegiatan tersebut berlangsung di CAT Center Kantor Bupati Sidrap, Senin (20/4/2026), dan diikuti sekitar 40 pegawai dari Bagian Umum dan Kepegawaian berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat, M.Si, Kaprodi Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) Dr. Andi Nilwana, S.E., M.Si, penanggung jawab program RPL Suleha, S.Pd., M.Pd., Kaprodi Ilmu Pemerintahan Dr. Sandi Lubis, S.I.P., M.A.P., serta Kaprodi Administrasi Publik Sundari, S.A.P., M.A.P.
Dalam dialog tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya sinkronisasi dan validasi data kepegawaian sebagai dasar pengambilan kebijakan yang akurat di lingkungan pemerintah daerah. Disparitas data yang masih ditemukan di sejumlah instansi dinilai dapat berdampak pada perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia.
Selain itu, UMS Rappang juga memperkenalkan berbagai jalur pendidikan lanjutan yang dapat diakses oleh pegawai, termasuk program RPL yang memungkinkan pengalaman kerja diakui sebagai kredit akademik.
Wakil Rektor I UMS Rappang, Rais Rahmat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta.
“Alhamdulillah, respons peserta sangat baik. Apalagi beberapa di antaranya merupakan alumni S1 UMS Rappang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan program studi, tetapi juga memberikan pemahaman terkait penyelesaian disparitas data kepegawaian yang masih menjadi tantangan di sejumlah instansi pemerintah.
Menurutnya, melalui sosialisasi ini, para pegawai diharapkan dapat memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan, baik melalui jalur reguler maupun RPL, guna meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan bagi pegawai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah,” tutup Rais.
















