Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
PendidikanDaerahSidrapUMS Rappang

Teliti Rehabilitasi Hutan, ASN DKPH Bila Raih Nilai 91 di Seminar Proposal UMS Rappang

114
×

Teliti Rehabilitasi Hutan, ASN DKPH Bila Raih Nilai 91 di Seminar Proposal UMS Rappang

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Program Magister Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar seminar proposal penelitian mahasiswa. Kegiatan tersebut diikuti oleh Al-Yusran, aparatur sipil negara (ASN) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (DKPH) Bila, di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam seminar yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (21/4/2026), Yusran mengangkat judul tesis “Manajemen Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kabupaten Sidenreng Rappang”.

Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. Jamaluddin, S.Sos., M.Si. sebagai ketua penguji, Prof. Dr. Nurjannah Nonci, M.Si. sebagai sekretaris penguji, serta Dr. Andi Nilwana, S.E., M.Si., Dr. Ir. H. Muh. Rais Rahmat Razak, M.Si., dan Dr. Ahmad Mustanir, M.Si. masing-masing sebagai anggota penguji.

Usai seminar, Yusran tampak terharu setelah tim penguji menyatakan proposal tesisnya dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Meski memperoleh sejumlah catatan perbaikan, ia berhasil meraih nilai 91.

Dikonfirmasi seusai kegiatan, Yusran mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebutkan, berbagai masukan dari tim penguji akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan penelitiannya.

“Alhamdulillah, seminar proposal hari ini telah kami selesaikan. Hasil seminar ini akan menjadi bahan perbaikan dan pengembangan penelitian kami ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penelitiannya berfokus pada manajemen program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya dari aspek pengelolaan.

Menurutnya, program RHL memiliki peran penting dalam menekan laju kerusakan hutan di daerah tersebut.

“Kami akan meneliti aspek manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Selain itu, kami juga akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program serta manfaat yang dihasilkan,” jelasnya.

Yusran meyakini, penerapan manajemen yang tepat akan berdampak positif terhadap keberhasilan program RHL serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jika manajemen tidak berjalan dengan baik, program tersebut tentu tidak akan memberikan dampak optimal,” tambahnya.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi positif, khususnya dalam mendukung sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan.

Selain itu, Yusran juga menyinggung pengalamannya mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selama satu tahun. Menurutnya, program tersebut sangat membantu ASN dalam melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu pekerjaan.

“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan fleksibilitas, baik melalui pembelajaran luring maupun daring, sehingga tetap bisa menyesuaikan dengan tugas sebagai ASN,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *