DentumNusantara.Com, REPARE, 18 Juli 2025 — Majelis Syuhada Kota Parepare kembali menggelar Safari Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Yasin, Kelurahan Cappa Galung, Jalan Mattirotasi, Kota Parepare. Kegiatan ini menjadi kunjungan kedua kalinya ke masjid tersebut, dan kali ini jamaah memadati ruang salat, dengan jumlah saf laki-laki dan perempuan hampir seimbang.
Acara diawali sambutan penerimaan oleh Uchek Nyompa, pengurus Masjid Nurul Yasin. Sementara itu, shalat Subuh dipimpin oleh Ustadz Sopyan Darwis, S.Sos, Imam Masjid Al Falah Cappa Galung sekaligus Koordinator Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Kecamatan Bacukiki. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Ustadz Sopyan dalam shalat, khususnya saat doa qunut, membuat jamaah meneteskan air mata penuh haru.
Turut hadir dalam safari kali ini, Ketua Majelis Syuro Majelis Syuhada H. Pangerang Rahim (Wakil Wali Kota Parepare pada masanya), Muassis H. Baktiar Syarifuddin, SE, Danpom Letkol CPM Agustadi, serta sejumlah tokoh penting di antaranya Ketua DPD PKS Parepare Muh Syamsir Husain, mantan Kadis Pendidikan H. Anwar Saad, SH, MH, mantan Kesbangpol Drs. H. Amir Sabbi, M.Si, mantan Kadis Sosial Drs. H. Amir Lolo, mantan Kepala BKD dan anggota DPRD Parepare H. Nasarong, tokoh masyarakat, Majelis Taklim se-Kota Parepare, serta jamaah Masjid Nurul Yasin.
Ketua DKM Masjid Nurul Yasin, H. Tajuddin (Haji Taju), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran Majelis Syuhada untuk kedua kalinya. “Alhamdulillah, kunjungan kali ini jamaahnya penuh. Kalau sebelumnya hanya dua saf, sekarang hampir penuh dan jumlah jamaah perempuan juga seimbang dengan laki-laki,” ujarnya.
Dalam kultum tujuh menitnya, Ustadz Sopyan Darwis mengingatkan keutamaan shalat berjamaah, terutama di lima waktu. Ia menekankan makna penting setiap waktu shalat, mulai dari Zuhur sebagai pengingat panasnya api neraka, Ashar yang mencegah keburukan, Magrib yang bertepatan dengan doa Nabi Adam diterima, hingga Isya yang menuntut keistiqamahan meski di waktu istirahat.
“Begitu pula Subuh yang biasanya paling berat. Dua rakaat sunnah sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Semoga Majelis Syuhada selalu istiqamah, dan kita semua termasuk golongan yang Allah masukkan ke surga,” pesan Ustadz Sopyan.
Acara ditutup dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh H. Baktiar Syarifuddin, SE, sekaligus silaturahmi dengan jamaah. Kehadiran Majelis Syuhada kali ini membawa suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan, memperkuat semangat shalat berjamaah di Parepare.
















