DENTUMNUSANTARA.COM, Barru, 13 Januari 2025 — Di tengah upaya menjaga stabilitas pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Barru memilih langkah sederhana namun strategis: turun langsung ke sawah. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Barru menggelar kegiatan tanam padi bersama petani di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Selasa (13/1/2025), sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani To Nepo sebagai garda terdepan produksi pangan di wilayah pesisir utara Barru. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru Ir. Ahmad, M.M., Komandan Koramil 1404-05/Mallusetasi Letda Inf. Andi Pallawagau, Camat Mallusetasi Andi Sandy Mulaputra, S.E., M.M., Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mallusetasi, Babinsa Desa Nepo Serma Sulaeman, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani.
Pada musim tanam 2025/2026, petani mulai menanam padi varietas Padjajaran Agritan, varietas unggul yang dinilai memiliki potensi hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi lahan setempat.
Benih yang digunakan berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, sebagai bagian dari intervensi pemerintah untuk memperkuat produksi sejak tahap awal.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., menekankan bahwa keberhasilan program swasembada pangan sangat ditentukan oleh kesinambungan pendampingan dan kolaborasi lintas sektor.
“Pertanian tidak cukup hanya dengan kebijakan di atas kertas. Kehadiran pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani di lapangan adalah kunci untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan pangan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong optimalisasi lahan pertanian melalui penggunaan benih unggul, pendampingan teknis, serta penguatan peran kelompok tani sebagai pusat produksi dan pembelajaran.
Dari sisi petani, kegiatan ini dinilai memberi energi baru. Sekretaris Kelompok Tani To Nepo, Darman, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga semangat bertani di tengah berbagai tantangan.
“Kami merasa tidak berjalan sendiri. Dukungan benih, pendampingan penyuluh, dan kehadiran langsung pemerintah memberi keyakinan bagi petani untuk terus meningkatkan hasil,” katanya.
Gerakan tanam padi bersama ini menjadi lebih dari sekadar awal musim tanam. Ia menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kabupaten Barru dalam membangun ketahanan pangan dari akar rumput, sekaligus memastikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi dan pangan daerah.
















