DENTUMNUSANTARA.COM, Barru – Bencana angin puting beliung menerjang permukiman warga di Lingkungan Joncongan, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (15/12/2025) sekitar pukul 10.00 WITA. Dalam waktu yang sangat singkat, delapan unit rumah warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin kencang tersebut.
Menurut keterangan warga, angin puting beliung datang secara tiba-tiba dari arah barat atau dari kawasan pesisir Pantai Mallusetasi dan bergerak cepat ke arah timur. Kencangnya angin membuat atap-atap rumah beterbangan, dinding bangunan roboh, serta puing-puing berserakan di sekitar permukiman yang rumahnya saling berdekatan.
Salah seorang warga, Rahman (40), mengungkapkan kepanikan warga saat peristiwa itu terjadi. Ia mengatakan angin datang tanpa tanda-tanda sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
“Anginnya datang mendadak dan sangat kuat. Tidak sampai beberapa menit, rumah-rumah sudah rusak. Kami hanya bisa menyelamatkan diri,” ujar Rahman.
Pasca kejadian, warga bersama aparat kelurahan dan aparat keamanan setempat langsung melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai nilai yang cukup besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru menyatakan akan segera turun ke lokasi kejadian. Kepala BPBD Kabupaten Barru melalui Saharuddin Chokkas meminta agar seluruh kerusakan segera didokumentasikan sebagai bahan laporan awal penanganan bencana.
“Segera dokumentasikan kondisi di lapangan. Kami akan secepatnya menuju lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan langsung dan pendataan lebih lanjut,” kata Saharuddin Chokkas saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.
BPBD Kabupaten Barru juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi sewaktu-waktu, khususnya pada masa peralihan musim, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana serupa.
















