Makassar, DentumNusantara.com – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan Tasming usai menghadiri peluncuran Aksi Stop Stunting (ASS) Tahun 2026 yang digelar Pemprov Sulsel di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Aksi Nyata Andalan Hati, Bergerak Bersama, Satukan Langkah, Wujudkan Sulsel Bebas Stunting untuk Generasi Emas 2045” ini menjadi momentum memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting di Sulawesi Selatan.
Tasming menegaskan, Pemkot Parepare siap mendukung langkah strategis pemerintah provinsi melalui program penanganan stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Tentu, kami Pemerintah Kota Parepare sangat mendukung langkah strategis pemerintah provinsi dalam penguatan program percepatan penurunan stunting,” ujar Tasming.
Menurut mantan anggota DPRD Parepare dua periode itu, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan daerah.
Karena itu, penanganannya membutuhkan komitmen bersama serta keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader hingga masyarakat.
“Dalam hal penanganan stunting, kami berkomitmen dan siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam upaya mendukung program ini. Ini bagian dari tanggung jawab kami,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan generasi yang sehat dan berkualitas harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi, peningkatan pelayanan kesehatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Peluncuran ASS 2026 tersebut dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, anggota DPRD Sulsel, unsur pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Andi Sudirman menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan kader sebagai ujung tombak pelaksanaan intervensi penurunan stunting.
Menurutnya, kader memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.
“Peran kader menjadi penting untuk memastikan berbagai intervensi penurunan stunting tidak berhenti pada tataran kebijakan, tapi harus benar-benar menjangkau keluarga dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian,” kata Andi Sudirman.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur juga membagikan sepeda kepada sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung, baik peserta yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara langsung dari berbagai unsur lintas sektor, termasuk pimpinan pemerintah daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), OPD, serta kepala dinas kesehatan kabupaten/kota.
Melalui peluncuran Aksi Stop Stunting 2026, Pemprov Sulsel berharap kolaborasi seluruh pemerintah daerah semakin kuat. Sinergi yang terarah dan berkelanjutan diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*)
















