Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BarruDaerahUncategorized

Barru Pacu Perikanan Berbasis Data dan Inovasi, Siap Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Ekspor

230
×

Barru Pacu Perikanan Berbasis Data dan Inovasi, Siap Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Barru, 20 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Barru menegaskan komitmennya menjadikan sektor perikanan sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui Rapat Koordinasi Dinas Perikanan bersama penyuluh perikanan dan Wakil Bupati Barru, Jumat (20/2).

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia menjadi eksportir terbesar ikan budidaya dunia.

Rapat koordinasi tersebut menyoroti pentingnya perencanaan berbasis data sebagai fondasi pembangunan perikanan yang berkelanjutan.

Penguatan data dasar perikanan dinilai krusial untuk menyusun program tepat sasaran, meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok, hingga memperluas akses pasar ekspor.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian Barru, dengan subsektor perikanan sebagai kontributor dominan.

Kondisi ini menempatkan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan sentra budidaya.

Selain perikanan tangkap dan tambak, budidaya air tawar disebut memiliki prospek cerah untuk dikembangkan.

Dukungan sumber daya air yang memadai serta peran aktif penyuluh perikanan diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal yang tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Evaluasi progres pelaksanaan program dilakukan guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.

Ke depan, pemerintah daerah mendorong penambahan dua titik lokasi baru untuk memperluas jangkauan program.

Sejumlah inovasi berbiaya rendah namun berdampak besar juga mengemuka dalam diskusi. Di antaranya budidaya kerang (tiram) menggunakan media kulit kerang dan bambu sepanjang satu meter sebagai metode ramah lingkungan dan ekonomis. Selain itu, pemanfaatan ban bekas sebagai alternatif pengganti rumpon dinilai dapat meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem laut.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan pelaku usaha, Barru optimistis mampu memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan target nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif dan berkelanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *