Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dinas Pertanian Barru Sosialisasikan Program P2B kepada KWT Kasih Ibu di Desa Nepo

26
×

Dinas Pertanian Barru Sosialisasikan Program P2B kepada KWT Kasih Ibu di Desa Nepo

Sebarkan artikel ini

Bantuan Rp12,55 Juta Diharapkan Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Tingkatkan Ekonomi Anggota Kelompok

BARRU, DentumNusantara.com – Dinas Pertanian Kabupaten Barru mensosialisasikan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasih Ibu di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Selasa (3 November 2026).

Kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus meningkatkan produksi tanaman hortikultura yang memiliki nilai gizi dan ekonomis.

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., Kabid Konsumsi, Keamanan Mutu Pangan dan Gizi, Hj. Musfirah, S.P., M.P., Rostiaty Hasyim, S.P., Koordinator BPP Mallusetasi Burhan, S.ST., Penyuluh Pertanian Desa Nepo Liza Vebriana, S.ST., serta Ketua KWT Kasih Ibu, Sumriani, bersama pengurus dan anggota kelompok.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Barru, Ir. Ahmad, menjelaskan bahwa bantuan program P2B tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barru.

KWT Kasih Ibu menjadi salah satu kelompok penerima bantuan dengan nilai anggaran sebesar Rp12.555.000. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengadaan benih sayuran dan perlengkapan pendukung sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ia berharap bantuan tersebut dikelola secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

“Pengelolaan bantuan ini diharapkan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasilnya juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Rostiaty Hasyim menegaskan bahwa pelaksanaan program P2B harus sesuai dengan peruntukannya. Ia juga meminta anggota KWT aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menghadapi kendala dalam pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah benih yang akan dibudidayakan meliputi cabai, kangkung, sawi, terong, tomat, kacang panjang hingga jagung.

Ia berharap seluruh benih yang diberikan dapat ditanam dan dirawat dengan baik sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun menambah pendapatan rumah tangga.

“Yang terpenting, bantuan ini dikelola dengan baik dan kegiatan pertanaman terus dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota KWT Kasih Ibu juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan program, termasuk pemanfaatan bantuan agar berjalan sesuai ketentuan.

Ketua KWT Kasih Ibu, Sumriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada kelompoknya.

Ia berharap seluruh anggota dapat menjalankan program tersebut dengan penuh tanggung jawab serta memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian. Kami berharap seluruh anggota dapat melaksanakan program ini dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tuturnya.

Melalui program P2B, KWT Kasih Ibu diharapkan mampu mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi sumber pangan bergizi, memperkuat kemandirian pangan keluarga, serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui budidaya tanaman hortikultura secara berkelanjutan.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *