Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Bupati Andi Ina Presentasikan SIKECIL BERAKTA, Cakupan Akta Kelahiran di Barru Capai 98,41 Persen

65
×

Bupati Andi Ina Presentasikan SIKECIL BERAKTA, Cakupan Akta Kelahiran di Barru Capai 98,41 Persen

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memaparkan inovasi pelayanan publik Sistem Identitas Kelahiran Cepat, Instan, dan Legal (SIKECIL BERAKTA) dalam tahap presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) PRO Tematik Tahun 2026 bersama Tim Panel Independen di Ruang Basic, Kantor Bupati Barru, Kamis (22/10/2026).

Inovasi yang dikembangkan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barru tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, khususnya pemenuhan hak identitas anak sejak lahir.

Di hadapan Tim Panel Independen, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa kelahiran seorang anak bukan hanya menjadi peristiwa membahagiakan bagi keluarga, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab negara untuk menjamin hak identitas dan perlindungan hukum setiap anak.

“Bagi kami di Kabupaten Barru, kelahiran seorang anak bukan hanya peristiwa yang membahagiakan keluarga, tetapi juga awal dari tanggung jawab negara untuk menjamin hak identitas dan perlindungan hukumnya,” ungkap Bupati.

Menurutnya, SIKECIL BERAKTA lahir dari kebutuhan menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah, cepat, dan terintegrasi. Inovasi ini mulai diterapkan pada 7 Juli 2023 untuk menjawab kendala pengurusan akta kelahiran yang sebelumnya mengharuskan keluarga mengurus dokumen secara terpisah ke Disdukcapil.

Transformasi Digital untuk Mempermudah Pelayanan

Bupati menjelaskan, pada 2022, dari 53.071 anak berusia 0–18 tahun di Kabupaten Barru, sebanyak 3.335 anak belum memiliki akta kelahiran. Saat itu, cakupan kepemilikan akta kelahiran tercatat sebesar 93,72 persen.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Barru melakukan perubahan pola pelayanan. Transformasi yang dilakukan tidak sekadar memindahkan proses administrasi ke media digital, tetapi juga mengintegrasikan keluarga, fasilitas kesehatan, dan Disdukcapil dalam satu alur pelayanan.

Melalui SIKECIL BERAKTA, keluarga menyerahkan persyaratan kepada petugas fasilitas kesehatan tempat persalinan. Petugas kemudian memeriksa kelengkapan dan mengunggah dokumen untuk selanjutnya diverifikasi dan divalidasi oleh admin Disdukcapil. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, dokumen diproses hingga akta kelahiran diterbitkan.

Pengembangan inovasi dilakukan secara bertahap. Pada 2023, pelayanan mulai memanfaatkan email. Pada 2024, sistem diperkuat melalui penggunaan WhatsApp dan kemitraan dengan fasilitas kesehatan. Selanjutnya, pada 2025, SIKECIL BERAKTA dikembangkan menjadi aplikasi berbasis website guna mendukung pelayanan yang semakin terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan cakupan kepemilikan akta kelahiran mencapai 99 persen pada 2026.

Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran Meningkat

Dalam pemaparannya, Bupati Andi Ina juga menyampaikan perkembangan capaian kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Barru.

Dari 93,72 persen pada 2022, cakupan kepemilikan akta kelahiran meningkat menjadi 98,41 persen. Sementara itu, jumlah anak yang belum memiliki akta kelahiran turun dari 3.335 menjadi 858 anak.

Capaian tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan administrasi kependudukan melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, termasuk penerapan SIKECIL BERAKTA.

Bagi masyarakat, inovasi ini memberikan kemudahan dalam mengurus dokumen kependudukan sejak kelahiran anak, mengurangi kebutuhan mendatangi berbagai kantor pelayanan, serta membantu keluarga memperoleh kepastian administrasi secara lebih praktis.

Untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan layanan, SIKECIL BERAKTA dilengkapi mekanisme pemantauan dan evaluasi melalui dashboard. Sistem tersebut memuat rekapitulasi penerbitan dokumen, jumlah pengajuan, transaksi setiap fasilitas kesehatan, perkembangan cakupan kepemilikan akta kelahiran, serta umpan balik dari petugas.

Pemantauan melibatkan operator fasilitas kesehatan, admin Disdukcapil, dan superadmin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan serta mendorong perbaikan berkelanjutan.

“Prinsip kami sederhana, pelayanan yang baik bukan pelayanan yang tidak pernah menghadapi kendala, tetapi pelayanan yang terus belajar dan memperbaiki diri,” demikian disampaikan dalam pemaparan inovasi tersebut.

Perluas Kemitraan hingga 13 Fasilitas Kesehatan

SIKECIL BERAKTA juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan fasilitas kesehatan. Jika pada 2024 kemitraan pelayanan melibatkan dua fasilitas kesehatan, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 13 fasilitas kesehatan.

Perluasan tersebut diharapkan semakin membuka akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan sekaligus memperkuat kesiapan inovasi untuk diterapkan di daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen melanjutkan pengembangan SIKECIL BERAKTA melalui standardisasi proses, dokumentasi, penguatan kapasitas operator, dan transfer pengetahuan.

Bupati Andi Ina berharap inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Barru, tetapi juga menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah dijangkau, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Masuk Tahap Presentasi dan Wawancara KIPP PRO Tematik 2026

Tahap presentasi dan wawancara tersebut merupakan bagian dari penilaian SIKECIL BERAKTA sebagai finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2026 dalam KIPP PRO Tematik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penilaian dilaksanakan oleh Tim 2 Kategori Elektronik dan Multikanal yang terdiri atas Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ., dari Universitas Indonesia; Dr. Drs. Teguh Setyabudi, M.Pd., Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri; Mira Tayyiba, S.T., M.S.E.E., dari Kementerian Komunikasi dan Digital; Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., dari Lembaga Administrasi Negara; serta Ahmad Toriq dari Kumparan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Ketua Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Disdukcapil, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD La Patarai, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Tim Fasilitasi dan Pendampingan Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Barru, serta inovator SIKECIL BERAKTA.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas identitas sejak lahir.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *