Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Wabup Abustan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Rumah, Ajak Warga Terapkan Prinsip 3R

84
×

Wabup Abustan Tekankan Pengelolaan Sampah dari Rumah, Ajak Warga Terapkan Prinsip 3R

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menangani persoalan sampah melalui perubahan perilaku, pemilahan sampah dari rumah tangga, serta kolaborasi lintas sektor.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Penanganan Sampah, Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dan/atau Pengelolaan Limbah B3 di Hotel Youtefa, Kabupaten Barru, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Demokrat, Andi Muzakkir Aqil, bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Dalam sambutannya, Abustan menyebut persoalan sampah telah menjadi tantangan serius yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah daerah dan petugas kebersihan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat harus menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kalau kita berbicara tentang sampah, ini sudah menjadi darurat nasional. Karena itu, kesadaran masyarakat harus dibangun mulai dari rumah. Sampah harus dipilah, bukan dicampur begitu saja,” tegasnya.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, mulai dari kendaraan ke jalan hingga ke saluran drainase dan sungai. Perilaku tersebut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menyumbat saluran air dan memicu banjir saat musim hujan.

Abustan juga mengingatkan bahwa Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer. Kondisi geografis tersebut membuat kawasan pesisir rentan terhadap penumpukan sampah plastik, terutama ketika musim barat membawa sampah dari berbagai wilayah.

“Sudah beberapa kali kita turun membersihkan pantai, tetapi tidak lama kemudian sampah kembali menumpuk. Ini menunjukkan bahwa membersihkan saja tidak cukup. Yang paling penting adalah menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Sampah Dipilah, Bernilai Ekonomi

Wabup Abustan mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar.

Sampah plastik, misalnya, dapat dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual kembali. Sementara itu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di pekarangan rumah.

Karena itu, ia mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), yaitu mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat.

“Kalau ada sampah plastik, kumpulkan. Jangan langsung dibuang karena masih memiliki nilai ekonomi. Sampah organik juga bisa diolah menjadi kompos untuk tanaman sayur dan bunga di rumah,” jelasnya.

Selain pemilahan sampah, masyarakat juga diimbau mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa tumbler atau wadah minum sendiri. Pengendara kendaraan bermotor pun didorong menyediakan tempat sampah di dalam kendaraan agar tidak membuang sampah ke jalan.

Perlu Kolaborasi dan Penegakan Aturan

Abustan menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan bersih harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Program kebersihan, menurutnya, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau aksi bersih-bersih sesaat.

Koordinasi lintas sektor perlu diperkuat, termasuk dalam membersihkan drainase dan lingkungan permukiman guna mencegah penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan banjir.

Ia juga mendorong penguatan regulasi serta penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Abustan turut membagikan pengalamannya mengikuti short course di Jepang pada 2012. Ia menyampaikan bahwa pemilahan sampah dan kedisiplinan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem pengelolaan sampah yang baik.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan armada pengangkut dan fasilitas pengolahan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Redny Tota Sihite, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya dari Direktorat Penanganan Sampah dan Kedaruratan Pengelolaan B3 dan/atau Pengelolaan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Hadir pula Muh. Aspatillah, S.ST., M.T., selaku pegiat lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, A. Adnan Azis, S.STP., M.Si., para peserta bimtek, serta insan pers.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman peserta mengenai penanganan sampah, kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan terkait B3, serta pengelolaan limbah B3 yang aman dan bertanggung jawab semakin meningkat.

Abustan berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi menjaga kebersihan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Barru.

“Mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah, dan mulai hari ini. Kalau kesadaran ini tumbuh, persoalan sampah akan lebih mudah kita tangani bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus mewujudkan Kabupaten Barru yang sehat, asri, dan berwawasan lingkungan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *