PAREPARE, DENTUMNUSANTARA.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare mematangkan pelaksanaan Program Literasi Al-Qur’an Tahsin-Tadarus Setiap Murid (TSM) bagi seluruh murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program tersebut ditargetkan mulai diluncurkan secara resmi pada minggu ketiga Oktober 2026, setelah seluruh unsur sekolah memahami mekanisme dan menyatakan kesiapan untuk melaksanakannya.
Pemantapan dilakukan melalui sosialisasi kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Parepare. Sebelumnya, sosialisasi juga telah diberikan kepada seluruh kepala sekolah negeri di Kota Parepare.
Langkah ini dilakukan untuk menyamakan pemahaman antara kepala sekolah, guru agama Islam, wali kelas dan guru bidang studi terkait pelaksanaan program TSM di masing-masing sekolah.
Plt Kepala Disdikbud Kota Parepare, Adriani Idrus, mengatakan program TSM merupakan program tambahan yang diwajibkan bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di bawah naungan Disdikbud Kota Parepare.
“Program ini merupakan program tambahan yang diwajibkan bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare,” ujar Adriani.
Menurutnya, TSM dirancang secara terencana, terstruktur, berkelanjutan dan berjenjang sesuai kemampuan serta tingkat perkembangan masing-masing murid.
Program ini diarahkan untuk memastikan setiap murid memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memahami kaidah tajwid serta menghafal surah-surah Al-Qur’an sesuai target yang telah ditentukan.
“Dengan demikian, ada target pencapaian yang jelas bagi setiap anak didik kita,” jelasnya.
Adriani yang juga menjabat sebagai Asisten III Sekretariat Daerah Kota Parepare menambahkan, program tersebut diharapkan dapat mempercepat pengentasan buta aksara Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan membaca sesuai kaidah tajwid dan memperkuat hafalan surah para murid.
Selain kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, program TSM juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter murid berdasarkan nilai-nilai keislaman. Generasi yang dibentuk diharapkan memiliki keimanan kuat, ilmu yang luas, akhlak mulia serta kesehatan fisik dan mental yang baik.
Pelaksanaan TSM nantinya dilakukan pada awal jam pembelajaran selama 30 menit, mulai pukul 07.30 hingga 08.00 WITA, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Untuk memastikan program berjalan seragam di seluruh sekolah, Disdikbud Kota Parepare akan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman resmi pelaksanaan.
Program TSM juga menjadi bagian dari rangkaian program keagamaan yang dikembangkan Pemkot Parepare, di antaranya Safari Dakwah dan Religiusitas SMP, sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan murid.(*/
















