Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Bupati Andi Ina Hadiri Pelepasan Bantuan Susu, Dorong Penguatan Gizi Anak di Sulsel

92
×

Bupati Andi Ina Hadiri Pelepasan Bantuan Susu, Dorong Penguatan Gizi Anak di Sulsel

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comMakassar — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia untuk masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).

Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai bagian dari kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.

Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang mengikuti kegiatan secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat, serta memperoleh perlindungan secara optimal.

“Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sekitar 5.000 karton.

Menteri PPPA mengingatkan agar bantuan tersebut tidak berhenti sebagai pemberian pangan semata. Distribusi harus dibarengi edukasi kepada keluarga, pemantauan pascapemberian bantuan, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Bagi bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut bantuan tersebut sebagai bagian dari investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, investasi terhadap generasi masa depan memiliki nilai strategis yang tidak kalah penting dari pembangunan infrastruktur.

“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kualitas manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pencapaian target pembangunan, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Andi Sudirman juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia yang turut membantu masyarakat Sulawesi Selatan, terutama anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok.

Ia mengungkapkan pengalaman Pemprov Sulsel dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari.

Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 70 persen anak penerima intervensi mengalami perubahan pada berat dan tinggi badan. Dalam proses tersebut, pemerintah juga menemukan sejumlah anak dengan penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Gubernur, persoalan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga dipengaruhi pengetahuan serta pola pengasuhan dalam keluarga.

Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat sehingga bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA RI turut mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Melalui program tersebut, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat dilakukan secara tepat sasaran sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan anak serta keluarga di Sulawesi Selatan.

Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *