PAREPARE, DENTUMNUSANTARA.COM — Menghadapi kondisi kekeringan, sebanyak 500-an Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama puluhan petugas Lapas Kelas IIA Parepare menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Lapas Parepare, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional pada Satuan Kerja Pemasyarakatan Tahun 2026. Shalat Istisqa diikuti seluruh pegawai Lapas Parepare, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, serta seluruh WBP.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim Penyuluh Kementerian Agama Kota Parepare. Muhammad Toha, S.Pd.I. bertindak sebagai imam, Sabuddin, S.Pd.I., M.Pd. sebagai khatib, Ismail, S.Pd. sebagai munadi, dan Muhammad Asdar, S.Pd.I. memimpin zikir serta doa bersama.
Seluruh peserta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun dengan membawa manfaat dan keberkahan serta kondisi kekeringan dapat segera berakhir.
Kasi Binadik Lapas Parepare, Rustan, S.H., M.H., mengatakan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
“Shalat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan dapat segera berakhir,” ujar Rustan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memperkuat kebersamaan antara petugas, WBP, DWP, dan peserta MagangHub.
Lapas Parepare berharap hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta wilayah yang membutuhkan.
Khusyuk Berdoa: Ratusan WBP bersama petugas Lapas Kelas IIA Parepare, DWP, dan peserta MagangHub mengikuti Shalat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Lapas Parepare, Jumat (18/9/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan.
















