Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
LapasParepare

Gema Sholawat dari Balik Lapas, WBP Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi

164
×

Gema Sholawat dari Balik Lapas, WBP Parepare Khidmat Peringati Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini

PAREPARE, DentumNusantara.com — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, lantunan sholawat dan kasidah menggema. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran petugas dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) khidmat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah, Jumat (11/9/2026).

Bukan sekadar seremoni keagamaan, peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus ajakan bagi WBP untuk terus memperbaiki diri dan membangun akhlak yang lebih baik.

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Dr. Suhardi Diri, M.Sos.I. menyampaikan tausiyah tentang keteladanan Rasulullah SAW. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya memperkuat iman dan akhlak, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.

Suasana semakin khidmat ketika WBP tampil membawakan kasidah dan sholawatan. Lantunan tersebut menjadi bagian dari ekspresi keagamaan sekaligus ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka melalui kegiatan yang positif.

Bagi WBP, momentum Maulid Nabi menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Melalui pembinaan keagamaan, WBP didorong untuk memperbaiki akhlak, membangun kepedulian, saling menghargai, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Parepare menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembinaan WBP. Penguatan spiritual dinilai dapat menjadi salah satu bekal dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan kepribadian WBP. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mereka untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Lapas Kelas IIA Parepare pun berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan pembinaan yang positif, humanis, dan berkelanjutan.

Dari balik Lapas, gema sholawat itu menjadi pesan bahwa proses pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *