Dentumnusantara.comBarru – Produktivitas jagung di Kabupaten Barru kembali menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Melalui kegiatan ubinan yang dilaksanakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mallusetasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru, hasil budidaya jagung di Kelompok Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, mencatat potensi produksi hampir 10 ton per hektare untuk tongkol basah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh data produktivitas pertanian yang akurat sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ubinan juga menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi keberhasilan budidaya dan merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan itu Koordinator BPP Mallusetasi Burhan, S.ST., Tinker BPP Mallusetasi Andi Bahtiar, S.TP., M.P., Fungsional Umum BPS Kabupaten Barru Muhammad Ramli, Penyuluh Pertanian Desa Nepo Liza Vibriana, S.ST., Bhabinkamtibmas Desa Nepo Aiptu Hajar Kasim, serta Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman.
Pengambilan sampel dilakukan pada tanaman jagung varietas Sumo Sakti milik petani Ansar dengan luas ubinan 2 x 4 meter atau 8 meter persegi. Dari hasil penimbangan diperoleh berat tongkol basah sebesar 6,22 kilogram. Setelah dikonversi, produktivitas diperkirakan mencapai sekitar 9,95 ton per hektare tongkol basah atau setara sekitar 5–6 ton per hektare jagung pipilan kering.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang baik, didukung pendampingan penyuluh dan penggunaan benih unggul, mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif.
Koordinator BPP Mallusetasi, Burhan, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya meningkatkan hasil produksi. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah, BPS, serta dukungan berbagai pihak dalam mengawal sektor pertanian.
“Hasil ini membuktikan bahwa kolaborasi yang baik mampu menghasilkan produktivitas yang membanggakan. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produksi demi mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Burhan menambahkan, dalam satu musim tanam, areal jagung seluas sekitar 130 hektare di Dusun Mareppang mampu menghasilkan sekitar 250 ton jagung. Produksi tersebut didukung oleh penyediaan sarana produksi dari Kementerian Pertanian serta pendampingan intensif kepada para petani.
Di sisi lain, Bhabinkamtibmas Desa Nepo Aiptu Hajar Kasim menegaskan bahwa Polri terus berperan aktif mendampingi petani, mulai dari proses tanam, pemeliharaan hingga panen. Pendampingan tersebut juga dilakukan untuk mendukung stabilitas harga jagung agar tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Keberhasilan ubinan ini semakin memperkuat optimisme bahwa Kabupaten Barru memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi jagung di Sulawesi Selatan.
Dengan kolaborasi yang terus terjaga antara pemerintah, penyuluh, aparat keamanan, dan para petani, sektor pertanian Barru diyakini akan terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
















