DENTUMNUSANTARA.COM, BARRU – Upaya memperkuat jaminan produk halal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru. Salah satunya melalui Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos., di Aula Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barru, Ahad (14/6/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas PKH Kabupaten Barru, LPH Pusat Halal Insan Kamil, dan DPD Juleha Kabupaten Majene. Pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap penyembelihan hewan halal dan keamanan pangan.
Dalam sambutannya, Andi Muhammad Nur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan Juru Sembelih Halal memiliki peran penting dalam mencetak tenaga profesional yang mampu menjalankan proses penyembelihan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan masyarakat veteriner.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPH Pusat Halal Insan Kamil, DPD Juleha Kabupaten Majene, para narasumber, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketersediaan produk pangan yang halal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Andi Muhammad Nur menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan tugas seorang juru sembelih halal. Pertama, aspek fikih yang meliputi bacaan, adab, tata cara, dan teknik penyembelihan sesuai tuntunan syariat Islam.
Kedua, aspek kesejahteraan hewan yang menekankan perlakuan yang baik terhadap hewan sehingga proses penyembelihan berlangsung secara benar dan tidak menimbulkan penderitaan yang tidak perlu. Ketiga, aspek keamanan pangan melalui penerapan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Seorang juru sembelih halal tidak hanya dituntut memahami tata cara penyembelihan menurut agama, tetapi juga harus mampu menjamin kualitas hasil penyembelihan yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Barru dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
Bahkan ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diselenggarakan oleh DPD Juleha Kabupaten Barru sebagai wadah pembinaan dan peningkatan kompetensi para juru sembelih halal di daerah.
Kepada seluruh peserta, Andi Muhammad Nur berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para narasumber.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas sebagai juru sembelih halal yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Pelatihan ini turut dihadiri tokoh agama, praktisi kesehatan hewan, pelaku usaha pangan, para narasumber, serta peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Barru. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam mendukung penguatan sistem jaminan produk halal dan peningkatan kualitas pangan di daerah.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap lahir semakin banyak juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi, sehingga mampu mendukung pengembangan industri halal sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk pangan.
Dari Syariat ke Meja Makan, Barru Siapkan Juru Sembelih Halal Profesional
Menjaga Halal Sejak Awal, Pelatihan Juleha Hadir Cetak SDM Berkualitas di Barru
Kadis PKH Barru: Juru Sembelih Halal Adalah Garda Terdepan Keamanan Pangan
Kolaborasi Bangun Ekosistem Halal, Pelatihan Juleha Digelar di Barru
ASUH dan Syariat Jadi Bekal, Barru Cetak Juru Sembelih Halal Berkompeten
Bukan Sekadar Menyembelih, Juleha Dibekali Ilmu Fikih, Veteriner dan Keamanan Pangan
















