DENTUMNUSANTARA.COM, BARRU – Kecepatan dan profesionalisme tim kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Barru kembali membuahkan hasil. Seekor anak sapi yang lahir dengan kelainan bawaan langka berupa Atresia Anu berhasil diselamatkan melalui tindakan operasi yang dilakukan di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Pekkae, Jumat (12/6/2026).
Anak sapi milik Amiruddin, peternak asal Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, tersebut diketahui mengalami kesulitan mengeluarkan feses sehari setelah dilahirkan. Kondisi itu membuat pemilik ternak segera meminta bantuan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan diagnosa, tim dokter hewan memastikan pedet mengalami Atresia Anu, yakni kelainan kongenital atau bawaan lahir yang menyebabkan tidak terbentuknya lubang anus dan saluran rektum secara normal. Kelainan ini dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan tindakan medis.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim medis veteriner yang dipimpin drh. Zul Kadri dan drh. Yaomil, didampingi paramedik veteriner Juparlan, Sulfahmi, dan Bunga, langsung melakukan operasi untuk menyelamatkan ternak tersebut.
Proses pembedahan berlangsung sekitar satu setengah jam dan berjalan lancar. Tim berhasil membentuk lubang anus serta menghubungkannya dengan saluran rektum sehingga fungsi pencernaan dan pengeluaran feses dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Saat ini anak sapi tersebut memasuki masa pemulihan dan berada dalam pengawasan intensif tim medis guna memastikan kondisi pascaoperasi tetap stabil dan berkembang dengan baik.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos., M.M., mengapresiasi keberhasilan tim kesehatan hewan dalam menangani kasus yang tergolong jarang ditemukan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapan sumber daya manusia bidang kesehatan hewan di Kabupaten Barru dalam menangani berbagai kasus medis, termasuk kelainan bawaan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Kasus ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Barru terus berkembang dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi peternak. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan demi mendukung sektor peternakan yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada peternak agar lebih peka terhadap gejala-gejala kelainan pada ternak sejak dini.
Dengan pelaporan yang cepat, peluang keberhasilan penanganan akan semakin besar.
Di sisi lain, Amiruddin selaku pemilik ternak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penanganan yang diberikan oleh tim dokter hewan.
“Kami sangat terbantu dengan pelayanan yang cepat dan profesional. Anak sapi kami bisa tertolong berkat tindakan yang dilakukan tim kesehatan hewan. Semoga pelayanan seperti ini terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Amiruddin juga berharap pemerintah dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan hewan dengan menghadirkan Poskeswan di wilayah Kecamatan Mallusetasi.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memudahkan peternak memperoleh pelayanan secara cepat tanpa harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Keberhasilan operasi Atresia Anu ini menjadi bukti nyata dedikasi tenaga kesehatan hewan Kabupaten Barru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat peternak.
Selain menyelamatkan ternak yang bernilai ekonomi, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan peternak serta penguatan sektor peternakan daerah.
Operasi Langka di Pekkae, Pedet yang Lahir Tanpa Anus Berhasil Diselamatkan
Aksi Cepat Tim Veteriner Barru Selamatkan Anak Sapi dari Kelainan Bawaan
Dari Ancaman Kematian Menuju Harapan Baru, Pedet Mallusetasi Jalani Operasi Sukses
Dokter Hewan Barru Tunjukkan Kepiawaian, Tangani Kasus Atresia Anu pada Pedet
Sentuhan Medis di Poskeswan Pekkae, Anak Sapi Kembali Miliki Harapan Hidup
















