Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Barru Bersiap Menjadi Basis Kekuatan Teritorial Baru TNI di Sulsel

115
×

Barru Bersiap Menjadi Basis Kekuatan Teritorial Baru TNI di Sulsel

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Kabupaten Barru semakin menunjukkan posisinya sebagai daerah strategis dalam mendukung penguatan pertahanan nasional.

Hal itu mengemuka dalam Video Conference (Vicon) penyusunan Dokumen Strategis Pertahanan Wilayah terkait rencana pembentukan Brigade Infanteri (Brigif) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin yang digelar di Ruang Rapat Lantai 5 MPP Barru, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si bersama jajaran Forkopimda, unsur TNI, OPD terkait, hingga instansi teknis pertanahan dan kehutanan. Vicon dipimpin Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan, S.I.P., M.A.B selaku Kapok Sahli Pangdam XIV/Hasanuddin.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan menegaskan bahwa penyusunan dokumen strategis pertahanan wilayah menjadi langkah awal dalam mendukung pembentukan Brigif dan Yonif TP di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Barru dan Sidrap.
Menurutnya, keberadaan Yonif TP bukan hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Keberadaan satu batalyon dengan kekuatan sekitar 1.000 personel akan memberi efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, jasa, UMKM, hingga pembangunan sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap Yonif TP direncanakan terdiri atas empat kompi dengan kekuatan personel sekitar seribu prajurit.

Kehadiran satuan tersebut diproyeksikan mampu menciptakan multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi dan pembangunan wilayah.

Sementara itu, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Barru terhadap rencana pembangunan Yonif TP di daerahnya.

Menurut Abustan, Barru menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang hingga kini belum memiliki satuan batalyon, sehingga pembangunan Yonif TP menjadi momentum strategis sekaligus kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Barru.

“Kami sangat mengapresiasi apabila Batalyon Teritorial Pembangunan dapat dibangun di Kabupaten Barru. Ini bukan hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga menjadi peluang besar dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Abustan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru sebelumnya telah menghibahkan lahan pembangunan Kodim Barru kepada Kodim 1405/Parepare sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penguatan sarana pertahanan di daerah.

Untuk rencana pembangunan Yonif TP, Pemkab Barru telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 50 hektare di Desa Anabanua, Dusun Tokkene, Kecamatan Barru.

Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan peralihan dataran rendah dan pegunungan serta didukung kondisi geografis Barru yang memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer.

Tak hanya itu, Pemkab Barru juga telah menerima salinan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 816 Tahun 2025 tentang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan untuk pembangunan sarana dan prasarana pertahanan wilayah Kodam XIV/Hasanuddin atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan luas kawasan mencapai 49,65 hektare.

Meski demikian, Abustan mengakui masih terdapat sejumlah klaim penguasaan lahan oleh beberapa pihak di lokasi tersebut.

Pemerintah daerah, kata dia, akan segera melakukan sosialisasi, pendekatan persuasif, serta penertiban administrasi agar status lahan menjadi clean and clear.

“Kami bersama DPRD dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barru siap mendukung dan bersinergi demi menyukseskan pembangunan Yonif TP di Kabupaten Barru,” tegasnya.

Rencana pembangunan Yonif TP di Barru diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional di wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi titik awal percepatan pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat di daerah tersebut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *