DENTUMNUSANTARA.COM, Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Lapatarai Barru, Senin (27/4/2026) sore.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan berjalan optimal, baik dari sisi fasilitas maupun layanan medis kepada masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah A. Syarifuddin serta Asisten Administrasi Umum Setda Dr. A. Batara Mappanyompa.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur RSUD Lapatarai Barru, dr. Suriadi Nurdin bersama jajaran manajemen dan Dewan Pengawas.
Bupati meninjau sejumlah fasilitas penting, termasuk ruang perawatan pasien. Ia memberi perhatian khusus pada ketersediaan air bersih, yang menurutnya merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan.
“Kebutuhan air bagi pasien harus benar-benar terjamin. Tidak boleh lagi ada pasien atau keluarganya yang harus membawa air dari luar,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan tenaga medis dan manajemen rumah sakit guna memastikan pelayanan berjalan maksimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sorotan utama lainnya adalah ketersediaan obat.
Bupati menegaskan bahwa rumah sakit harus mampu menjamin stok obat tetap tersedia. Ia tidak ingin ada lagi pasien yang terpaksa membeli obat di luar akibat kekosongan persediaan.
“Saya tidak ingin lagi ada pasien yang harus membeli obat di luar karena stok kosong. Rumah sakit harus memastikan ketersediaan obat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia bahkan menginstruksikan, dalam kondisi tertentu apabila obat belum tersedia, pihak rumah sakit harus mengganti biaya pembelian obat yang dikeluarkan pasien.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang menyeluruh, agar masyarakat memperoleh pelayanan yang layak, nyaman, dan tanpa beban tambahan.
Di sisi lain, Bupati juga menekankan pentingnya kualitas pembangunan fasilitas rumah sakit.
Ia mengingatkan agar perbaikan tidak dilakukan secara sementara atau
“tambal sulam”, melainkan melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
“Pembangunan harus direncanakan dengan baik, bukan sekadar perbaikan sementara. Harus ada standar kualitas, termasuk kenyamanan, sirkulasi udara, dan estetika,” pungkasnya.
















