DENTUMNUSANTARA.COM, Barru — Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan kental dengan nuansa budaya Bugis mewarnai Halal Bihalal Kesatuan Masyarakat Wajo (KEMAWA) Cabang Barru yang digelar di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Ahad (5/4/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca Idulfitri 1447 Hijriah, tetapi juga menjadi ruang memperkuat identitas, kebanggaan, serta solidaritas warga Wajo di perantauan, khususnya di Kabupaten Barru.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, membuka sambutannya dengan interaksi ringan yang mencairkan suasana. Namun di balik nuansa santai tersebut, ia menyampaikan pesan kuat tentang peran strategis masyarakat Wajo dalam perjalanan kepemimpinannya.
“Berbanggalah orang Wajo, karena orang Wajolah yang berhasil melahirkan perempuan pertama Ketua DPRD Sulawesi Selatan, sekaligus perempuan pertama yang menjadi Bupati di Kabupaten Barru,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah keberhasilan pribadi semata, melainkan buah dari dukungan banyak pihak, termasuk keluarga besar masyarakat Wajo di Barru yang selama ini turut memberikan semangat dan kontribusi nyata.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghormatan kepada sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya mantan Bupati Barru Andi Muhammad Rum selaku Penasehat KEMAWA Cabang Barru, serta Ketua Umum KEMAWA Pusat Andi Bau Sangkawana yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan hidup dan karier politiknya.
Apresiasi turut diberikan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta seluruh unsur pemerintah yang berasal dari Wajo atas kontribusi mereka dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Barru.
Lebih lanjut, Andi Ina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun daerah. Ia menekankan bahwa masih banyak tantangan yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Saya berharap kita semua saling membantu dan mendoakan agar Kabupaten Barru senantiasa mendapat rahmat dan ridha dari Allah SWT. Pembangunan ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan nilai filosofis Kabupaten Barru yang disebut dalam Asmaul Husna sebagai “Al-Barru” yang berarti Maha Baik, sebagai refleksi identitas daerah yang harus dijaga bersama.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk KEMAWA, dalam mempererat silaturahmi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ia bahkan mempersilakan Baruga Singkeru Adae dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan masyarakat.
“Kalau ada orang Wajo ingin melaksanakan kegiatan di sini, silakan. Kita ini keluarga besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KEMAWA Pusat, Andi Bau Sangkawana, menegaskan bahwa KEMAWA merupakan wadah strategis dalam mempererat persatuan warga Wajo di perantauan.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Wajo seperti pangadereng, serta prinsip sipakatau (saling memanusiakan), sipakange (saling mengingatkan), dan sipakalabbiri (saling memuliakan).
Ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan Halal Bihalal tingkat pusat yang akan digelar pada 18 April mendatang di Makassar, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus KEMAWA Kabupaten Barru.
Sebelumnya, Pembina KEMAWA Cabang Barru, Muhammad Yulianto Badwi, menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi dan solidaritas warga Wajo sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, kita semua ini bersaudara. Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua KEMAWA Cabang Barru, Andi Unru, menyebut kegiatan ini sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Halal Bihalal KEMAWA dilaksanakan di rumah jabatan bupati.
Menurutnya, kegiatan ini berawal dari inisiatif untuk mempertemukan warga Wajo di Barru dan mendapat sambutan antusias hingga terselenggara dalam suasana penuh kebersamaan.
Acara kemudian ditutup dengan hikmah halal bihalal, doa bersama, pembagian doorprize, serta sesi foto bersama yang semakin mempererat ukhuwah di antara peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta keluarga besar KEMAWA Cabang Barru.
Halal Bihalal ini menjadi simbol kuat bahwa nilai persaudaraan, budaya, dan kolaborasi tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya.
















