DentumNusantara.com.PAREPARE – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota Parepare melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan, khususnya pada jajanan takjil yang dijual di sejumlah sentra kuliner Kamis 12/03/2026.
Pengawasan tersebut dipimpin oleh Yosep Dwi Irwan, S.Si., Apt, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
“Selama Ramadan biasanya muncul banyak sentra penjualan takjil. Karena itu kami bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan melakukan pengawasan serta pengujian sampel untuk memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya,” ujar Yosep saat melakukan inspeksi.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sekitar 20 sampel makanan dan minuman yang kemudian diuji menggunakan metode uji cepat. Sampel yang diperiksa meliputi berbagai jenis kue, cincau, bakso, sosis, serta aneka takjil lainnya.
Menurut Yosep, pengawasan tidak hanya fokus pada kandungan bahan berbahaya, tetapi juga memastikan makanan bebas dari cemaran fisik dan cemaran biologis.
“Selain memastikan tidak ada bahan berbahaya, yang tidak kalah penting adalah kebersihan dan cara penyajian. Misalnya makanan sebaiknya ditutup, dan saat mengambilnya menggunakan penjepit atau sarung tangan agar tetap higienis,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi dan komunikasi informasi (KIE) kepada para pedagang terkait pentingnya menjaga keamanan pangan. Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai produk yang tidak boleh digunakan sebagai bahan pangan karena berisiko terhadap kesehatan.
Yosep menegaskan, apabila dalam pengawasan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada pedagang serta menarik dan memusnahkan produk tersebut. Petugas juga akan menelusuri sumber bahan baku yang digunakan.
Namun demikian, berdasarkan hasil pengawasan sementara di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan seperti Makassar, Gowa, Maros, dan Sidrap, BBPOM telah menguji sekitar 148 sampel dan belum menemukan kandungan bahan berbahaya.
“Kami berharap di Parepare juga hasilnya sama, yakni seluruh takjil yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Selain pengawasan takjil, BBPOM juga memeriksa sarana distribusi pangan termasuk toko ritel modern. Selama kegiatan intensifikasi pengawasan Ramadan, sekitar 25 sarana telah diperiksa, dengan tujuh di antaranya ditemukan belum memenuhi ketentuan, seperti masalah sanitasi, kemasan rusak, produk kedaluwarsa, dan tidak memiliki izin edar.
BBPOM juga mengingatkan masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dengan melakukan langkah “Cek KLIK” sebelum membeli produk, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa.
“Jangan membeli produk yang belum memiliki izin edar dari BPOM atau PIRT, karena belum ada evaluasi keamanan dari pemerintah sehingga berpotensi membahayakan kesehatan,” tegas Yosep.
Ke depan, BBPOM Makassar juga berencana membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau perwakilan BPOM di Kota Parepare. UPT tersebut nantinya akan membawahi wilayah kerja Parepare, Sidrap, dan Pinrang.
Pembentukan UPT ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan serta memperkuat perlindungan konsumen di wilayah tersebut.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Parepare menyambut baik rencana tersebut karena dinilai dapat memperkuat sinergi pengawasan pangan di daerah.
“Keamanan pangan sangat penting karena makanan yang tidak higienis bisa menjadi sumber berbagai penyakit. Karena itu kolaborasi dengan BPOM sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan.
Pemerintah pun mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan kualitas produk yang dijual agar masyarakat dapat menikmati takjil Ramadan dengan aman dan sehat.(*)
















