PAREPARE, DentumNusantara.com — Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Parepare tengah meningkatkan kewaspadaan setelah muncul dugaan peredaran rokok sintetis berjenis narkotika yang dikenal dengan nama “Tembakau Gorilla” di kalangan pelajar. Dugaan ini mencuat setelah lima siswa disalah satu SMA Negeri Parepare diduga mengonsumsi rokok terlarang tersebut.
Kasat Narkoba Polres Parepare, Iptu Tarmizi, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan, meski hasil tes urine kelima siswa itu menunjukkan hasil negatif, langkah antisipatif tetap dilakukan untuk mencegah peredaran zat berbahaya ini semakin meluas.
“Kami tetap waspada. Kalaupun ada pelajar yang terbukti positif, mereka tidak langsung diproses hukum karena termasuk korban. Penanganannya lebih pada rehabilitasi atau dikembalikan kepada orang tua untuk perawatan. Anak di bawah umur harus diobati, bukan dihukum,” tegas Iptu Tarmizi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar proaktif melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait rokok sintetis, baik yang menjual maupun yang menjadi korban penyalahgunaan.
“Segera laporkan ke kami jika melihat indikasi peredaran rokok sintetis. Sat Narkoba siap turun tangan untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Sat Narkoba Polres Parepare terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba, termasuk rokok sintetis, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Satpol PP dan instansi pendidikan.
“Kami rutin turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar SMP dan SMA tentang bahaya narkoba. Edukasi sejak dini penting agar mereka tidak mudah terjerumus,” pungkas Tarmizi.(***)
















