DentumNusantara.com.PAREPARE – Penyakit jantung kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Data terbaru menunjukkan banyak penderita di Sulawesi Selatan berusia 40–60 tahun. Fakta ini mencuat dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2025 bertema “Don’t Miss A Beat” yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Kardiovaskuler Indonesia (INKAVIN), Minggu (21/9/2025) di Taman Matarotasi Parepare.
Acara yang dihadiri Wali Kota Parepare Tasming Hamid, pejabat daerah, serta tenaga medis dari IDI dan PPNI ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Gaya Hidup Buruk Jadi Pemicu
Ketua Panitia, dr. Asni Mustafa, mengingatkan bahwa pola makan tidak sehat, kurang olahraga, dan gaya hidup buruk memicu munculnya penyakit kardiovaskuler pada usia produktif.
“Setiap detak jantung itu berharga. Jika satu menit saja jantung berhenti, hidup kita berakhir. Karena itu pola makan sehat, olahraga, dan deteksi dini harus menjadi prioritas,” tegas dr. Asni.
Menurut WHO (2025), penyakit kardiovaskuler merenggut 20,5 juta jiwa setiap tahun di dunia. Di Sulsel sendiri, penyakit jantung tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu.
Olahraga dengan Aturan “FIT”
Dr. Asni menekankan olahraga teratur sebagai langkah pencegahan paling efektif. “Orang yang rutin olahraga punya risiko dua kali lebih rendah terkena penyakit jantung. Pelari bahkan 45% lebih rendah meninggal akibat serangan jantung,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan agar olahraga dilakukan dengan aturan FIT (Frekuensi, Intensitas, Time, Tipe). WHO merekomendasikan aktivitas fisik minimal 3–5 kali per minggu.
Bagi masyarakat usia 40 tahun ke atas atau memiliki riwayat genetik, pemeriksaan kesehatan sebelum memulai olahraga sangat dianjurkan. Jika terjadi henti jantung mendadak, pertolongan pertama paling tepat adalah pijat jantung (basic life support).
Harapan untuk Kesadaran Kolektif
Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia ini, IDI, PPNI, dan INKAVIN berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pola hidup sehat agar tren penyakit jantung di usia muda bisa ditekan.(*)
















