DentumNusantara.com.PAREPARE – Kebakaran kembali melanda Kota Parepare, Jumat (22/08/2025), di Jalan Kampung Pisang, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang. Insiden ini dipicu kebocoran selang tabung gas di dapur rumah milik Sumardi.
Api yang muncul tiba-tiba sempat membuat panik warga sekitar. Pemilik rumah bersama tetangga berupaya melakukan pemadaman awal sebelum akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare.
Menerima laporan pukul 10.31 Wita, tim Damkar Parepare langsung bergerak menuju lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan di area dapur serta mengevakuasi tabung gas yang masih berada di dalam rumah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Abdul Waris, turun langsung memimpin jalannya operasi, didampingi Sekretaris Damkar Jenamar Aslan dan Kabid Penanggulangan Kebakaran, Penyelamatan, dan Pemeliharaan Peralatan, Frans.
“Seluruh personel piket Posko Ganggawa dan Call Center 112 dikerahkan untuk memastikan api tidak merembet lebih luas,” ujar Abdul Waris.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerusakan hanya terbatas pada selang tabung gas, regulator, dan area dapur berukuran sekitar 6×6 meter.
“Alhamdulillah api berhasil kami kuasai sebelum menjalar ke bagian lain rumah. Kami imbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi selang, regulator, serta tabung gas, dan jangan meninggalkan kompor dalam kondisi menyala,” jelas Frans.
Hingga kini, taksiran kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Sebagai langkah pencegahan, Damkar Parepare mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran dengan cara:
Memeriksa instalasi listrik secara berkala.
Memastikan kompor, tabung gas, dan peralatan dapur dalam kondisi aman setelah digunakan.
Tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat bangunan.
Menyimpan bahan mudah terbakar (bensin, tiner, cat, dll.) di tempat aman.
Mengawasi anak-anak agar tidak bermain api atau petasan di sekitar rumah.
Apabila terjadi kebakaran, warga diimbau tetap tenang, segera evakuasi diri ke tempat aman, dan menghubungi Call Center 112 atau +62 811-4121-754.(*)
















