DENTUMNUSANTARA.COM,Sidrap, 28 Mei 2025 – Dalam upaya mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030, Yayasan Masyarakat Peduli TBC (Yamali) Sidrap terus menggencarkan pelaksanaan skrining intensif kontak serumah melalui program SIKAT TPT (Skrining Intensif Kontak Serumah, Akhiri TBC dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis). Kegiatan hari ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Puskesmas Tanru Tedong dan Puskesmas Kulo.
Kegiatan ini dihadiri oleh para dokter puskesmas, petugas poli TB, petugas puskesmas, pasien TBC, keluarga pasien atau kontak serumah, serta kader-kader dari Yamali Sidrap.
Skrining ini menargetkan mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC untuk mendeteksi kemungkinan infeksi laten serta mencegah penularan lebih lanjut.
Salfiah, Ketua Yamali Sidrap, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai TB laten, yaitu kondisi di mana kuman TBC sudah ada dalam tubuh namun belum aktif karena sistem imun tubuh masih kuat. “TB laten ini tidak bergejala, tapi jika daya tahan tubuh menurun, bisa berkembang menjadi TBC aktif. Inilah pentingnya terapi pencegahan,” jelasnya.
Menurutnya, TPT diberikan kepada kelompok berisiko tinggi yang tidak sedang sakit TBC namun memiliki infeksi laten. Skrining dan terapi ini menjadi langkah strategis untuk mencegah munculnya kasus baru.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal TBC. “Bila batuk selama dua pekan tidak ada perubahan, segera periksakan dahak. Apalagi jika disertai gejala seperti meriang di malam hari, demam, dan kurang nafsu makan. Ini bisa menjadi tanda infeksi TBC,” ujarnya.
Salfiah juga menekankan pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien TBC. “Tolong jaga dan dukung mereka agar menjalani pengobatan sampai tuntas. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya, dapat menyebabkan TB resistan, di mana kuman sudah kebal terhadap obat dan pengobatannya akan jauh lebih sulit,” tambahnya.
Sementara itu, dr. Syah Rizal Syam Pohan, yang mewakili Kepala Puskesmas Kulo, menggarisbawahi pentingnya pemberian TPT kepada masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC. “Langkah pencegahan ini sangat krusial untuk memutus rantai penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Dengan pelaksanaan program SIKAT TPT yang konsisten dan melibatkan berbagai elemen, diharapkan angka kasus TBC di Kabupaten Sidrap dapat ditekan secara signifikan dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dan pengobatan dini menuju Eliminasi TBC 2030
















