DENTUMNUSANTARA.COM, Sidrap, 26 Mei 2025 — Kegiatan monitoring dan evaluasi pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) digelar di ruang pelayanan medik RSUD Nene Mallomo, Jalan Wolter Monginsidi, Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Ishak Kenre, perwakilan manajemen RSUD Nene Mallomo yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Medik H. Ismail, Ketua Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali TB) Salfiah Sanusi,Manager Kasus Yamali Indriyani, serta pasien support, petugas laboratorium, apoteker, dan kader Yamali.
Dalam sambutannya, Ishak Kenre menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Yamali atas komitmen dan kerja sama dalam upaya pemberantasan TBC di Sidrap. “Kami berharap Yamali dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dan aktif memberikan laporan capaian kinerja serta solusi penanganan kasus TBC di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Kasus Yamali, Indriyani, melaporkan bahwa selama tiga tahun terakhir telah tercatat sebanyak 25 kasus TBC RO di wilayah Sidrap. Untuk tahun 2025, terdapat delapan kasus yang tengah dalam proses penanganan intensif.
Ketua Yayasan Yamali, Salfiah Sanusi, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh kader dan tenaga pendukung untuk bekerja lebih optimal. “Kami berharap peran aktif para kader bisa lebih ditingkatkan agar kasus TBC, khususnya TBC RO, dapat ditekan secara signifikan di Kabupaten Sidrap,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan masyarakat sipil dalam menangani penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
















