Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahMamasa

Turbin Hancur Diterjang Longsor, Warga Dusun Sambaho Mamasa Kembali Hidup dalam Gelap Total

258
×

Turbin Hancur Diterjang Longsor, Warga Dusun Sambaho Mamasa Kembali Hidup dalam Gelap Total

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, MAMASA – Warga Dusun Sambaho, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali hidup dalam gelap total setelah satu-satunya turbin listrik andalan mereka hancur diterjang longsor, pekan lalu. Padahal sejak 1993, dusun ini belum pernah teraliri listrik PLN.

“Turbin sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Hancur kena longsor minggu lalu,” kata Kamaruddin (50), warga Sambaho, Sabtu 3/5/2026.

Turbin tersebut selama ini menjadi tumpuan 37 kepala keluarga di Sambaho Satu dan Sambaho Dua. Namun dua tahun terakhir kondisinya kerap rusak. Terakhir diperbaiki Maret 2025, turbin hanya bertahan sepekan sebelum Idulfitri. Sejak 2024 hingga 2026, pasokan listrik dari turbin tak pernah stabil.

“Sekarang sudah tidak ada lagi,” ujar Zainal (50), warga Sambaho Satu.

Bertahan dengan Lampu Minyak dan Aki Motor
Di Sambaho Dua terdapat 21 KK dengan 18 rumah, sedangkan Sambaho Satu dihuni 16 KK dengan 8 rumah. Setelah turbin rusak total, hanya 1–5 rumah yang masih bisa menyalakan lampu dari aki motor. Mayoritas warga kembali ke lampu minyak dan lilin.

Turbin dibangun dari anggaran desa tahun 2008 dan ditambah satu unit pada 2024. Minimnya biaya perawatan membuat turbin rentan rusak dan selama ini hanya diperbaiki swadaya warga. Jaraknya yang 2 km dari permukiman juga menyulitkan pengawasan. Operasional ditangani tiga warga: Dahman, Dahlan, dan Tasri, dengan iuran Rp5 ribu per pengguna.

Infrastruktur Lain Juga Minim

Selain listrik, warga Sambaho juga kesulitan akses jalan dan MCK layak. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih merantau mencari penghidupan lebih baik.

PLN: Sudah Diusulkan, Terganjal Izin Kawasan Hutan

Menanggapi kondisi ini, PT PLN (Persero) menyebut pembangunan jaringan listrik Dusun Sambaho sudah masuk usulan program. PLN mengaku bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk mempercepat elektrifikasi desa.

Namun prosesnya terkendala perizinan, terutama jalur jaringan yang melintasi kawasan hutan. PLN juga menjelaskan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) hanya untuk warga pra sejahtera yang terdata di DTKS, dan harus diajukan lewat pemerintah setempat.

BPBL Tak Bisa Dijalankan Tanpa Jaringan

Skema BPBL dinilai belum menjawab masalah utama Sambaho. Bantuan pasang baru tak bisa dimanfaatkan karena jaringan listrik dasar belum ada. Di daerah lain, pembangunan jaringan dan pendataan pelanggan dilakukan bersamaan. Di Sambaho, proses masih berhenti di tahap usulan dan perizinan.

Lambatnya izin, termasuk kawasan hutan, menunjukkan koordinasi antarinstansi belum optimal dalam penyediaan layanan dasar.

“Kami hanya ingin merasakan listrik seperti daerah lain,” harap Kamaruddin.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *