Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPinrang

Skandal Modus Investasi Berkedok Asuransi, BRI Unit Teppo Pinrang Diduga Tilep Tabungan Nasabah

144
×

Skandal Modus Investasi Berkedok Asuransi, BRI Unit Teppo Pinrang Diduga Tilep Tabungan Nasabah

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.PINRANG, 5 Agustus 2025 — Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Teppo, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok investasi dan asuransi melalui program BRI Life. Para korban melaporkan kehilangan dana tabungan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Modus dugaan penipuan ini dilakukan dengan mengiming-imingi nasabah untuk mengikuti program investasi BRI Life yang dikemas dalam bentuk “arisan” selama lima tahun. Setiap bulan, saldo rekening nasabah dipotong secara otomatis, dan dijanjikan akan dikembalikan utuh beserta manfaat pada akhir periode.

“Setelah ikut program 5 tahun, saya datang mau cairkan tabungan yang terkumpul dari potongan Rp300 ribu per bulan. Harusnya saya terima Rp18 juta, tapi yang dicairkan cuma Rp13 juta. Saya pertanyakan, ke mana sisa Rp5 juta itu?” ujar salah satu nasabah yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku telah mencoba mengkonfirmasi kepada pihak BRI Unit Teppo dan BRI Cabang Pinrang, namun jawaban yang diterima dinilai tidak transparan dan membingungkan.

“Apa yang disampaikan di awal sangat berbeda dengan kenyataan sekarang. Dulu dijelaskan uang tetap aman seperti arisan, tidak akan dipotong, pencairan pun mudah. Tapi nyatanya dipersulit dan dananya dipotong tanpa kejelasan,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh nasabah lain, sebut saja Raman, yang menyatakan telah menyetorkan Rp1 juta setiap bulan selama lima tahun. Harapannya, ia akan menerima Rp60 juta, namun pihak bank justru menyebut hanya Rp40 juta yang bisa dicairkan.

“Bagaimana saya tidak kecewa? Saya percaya karena ini program dari bank BUMN. Saya niat tabung untuk berangkat umrah dengan anak, tapi malah dikecewakan seperti ini,” keluh Raman.

Ia juga menyayangkan sikap pihak BRI yang sejak awal meyakinkan bahwa program tersebut aman dan menguntungkan. Namun, realita yang terjadi justru sebaliknya.

“Awalnya yakin karena petugas bilang seperti arisan dan uang tetap utuh. Tapi sekarang kami seperti dibohongi. Kami minta kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Para korban mendesak BRI Unit Teppo dan BRI Cabang Pinrang untuk memberikan penjelasan resmi terkait selisih dana yang diterima dan prosedur yang dijalankan dalam program BRI Life tersebut. Mereka juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana nasabah, terutama yang menyangkut lembaga keuangan milik negara.

“Kami ini rakyat kecil yang menaruh harapan lewat tabungan. Kalau bank milik negara saja tidak bisa dipercaya, lalu ke mana lagi kami harus mengadu?” tegas seorang korban.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Unit Teppo maupun BRI Cabang Pinrang belum memberikan keterangan resmi atas keluhan nasabah tersebut. Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan dikhawatirkan dapat mencoreng citra perbankan, khususnya BUMN di daerah.(*)

Example 120x600