Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahPemkab SidrapSidrapSwasembada pangan

Sidrap Percepat Swasembada Pangan Nasional, Bupati Target Libatkan 1.350 Petani Muda

157
×

Sidrap Percepat Swasembada Pangan Nasional, Bupati Target Libatkan 1.350 Petani Muda

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan pembentukan dan pemutakhiran data brigade pangan di wilayah optimalisasi lahan (oplah) non rawa.

Rabu malam (18/6/2025), Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pembentukan brigade pangan di Baruga Rumah Jabatan Bupati. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak strategis, seperti Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia Kementerian Pertanian, Dr. Amin Nur, dan perwakilan BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.

Turut hadir Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, Penjabat Sekda Andi Rahmat Saleh, para camat, kepala desa dan lurah, unsur BPP, petani, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Dr. Amin Nur menyampaikan bahwa program optimalisasi lahan non rawa di Sidrap telah menunjukkan progres signifikan. Dari total target 18.000 hektare, sebanyak 3.000 hektare telah tercatat dalam Sistem Informasi Data (SID), sementara 15.000 hektare lainnya masih dalam proses finalisasi oleh tim dari Universitas Hasanuddin.

“Ini bukti nyata bahwa Sidrap sangat serius mendukung program swasembada pangan. Terlebih dengan dukungan penuh dari Pak Bupati,” ujarnya.

Sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan Wilayah Sidrap, Amin menambahkan bahwa brigade pangan akan menjadi tulang punggung pertanian modern, dilengkapi teknologi canggih seperti drone pertanian sebagaimana digunakan pada program oplah rawa sebelumnya.

Sementara itu, perwakilan BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menekankan bahwa brigade pangan non rawa akan memiliki peran lebih luas, termasuk mengelola penggilingan padi dalam keseluruhan rantai produksi pertanian dari hulu hingga hilir.

“Ini yang membedakan brigade pangan non rawa dengan sebelumnya. Mereka harus menguasai seluruh siklus produksi,” jelas Jamaluddin.

Bupati Syaharuddin Alrif menyatakan tekadnya menjadikan Sidrap sebagai kabupaten percontohan nasional dalam sektor pertanian. Ia mengungkapkan bahwa setelah keberhasilan program oplah rawa dengan 21 brigade pangan, pemerintah akan menambah 90 brigade baru sehingga total mencapai 111 brigade.

Namun, yang lebih ambisius, Bupati menargetkan pelibatan 1.350 pemuda asli Sidrap dalam program pertanian modern.

“Mereka harus benar-benar bekerja di lapangan, bukan hanya atas nama. Kita ingin membuktikan bahwa petani muda bisa hidup sejahtera, bahkan dengan penghasilan hingga Rp15 juta per bulan,” tegasnya.

Bupati juga menyerukan dukungan penuh dari seluruh stakeholder untuk menyukseskan program ini.

“Kita bangun pertanian masa depan, kita kuatkan ketahanan pangan, dan kita ubah cara pandang terhadap pertanian di mata generasi muda,” tandas Syaharuddin.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *