Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
NTT

Perjuangan Bripka Syamsuddin Bangun Sekolah Gratis hingga Gadaikan Rumah

110
×

Perjuangan Bripka Syamsuddin Bangun Sekolah Gratis hingga Gadaikan Rumah

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.NTT. Bripka Syamsuddin, seorang anggota Bagops Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbuat baik. Dengan tekad kuat, ia menyumbangkan gajinya, bahkan sampai menggadaikan sertifikat rumah, demi mendirikan dua sekolah gratis bagi anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah Cuncalawar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Bersama sang istri, Rini Mulyasari, Bripka Syamsuddin mendirikan dua sekolah ini pada 2019 di bawah naungan Yayasan Fii Sabilillah Mis Deen Assalam dan Darautaul Athfal Deen Assalam. Hingga kini, ratusan siswa telah merasakan manfaat dari pendidikan tanpa biaya yang diberikan sekolah tersebut.

Pengalaman Hidup Jadi Inspirasi

Motivasi besar Bripka Syamsuddin lahir dari pengalaman pribadinya. “Saat saya SMA kelas satu, bapak saya meninggal. Saya sempat berpikir untuk putus sekolah. Maka dari itu, saya tidak mau anak-anak yatim di sekitar saya mengalami hal yang sama,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (5/1/2025).

Perjuangan mendirikan sekolah ini penuh tantangan, terutama dari segi pembiayaan. Selain menyisihkan seluruh gajinya, Bripka Syamsuddin bahkan rela menggadaikan ijazah SMA serta sertifikat rumah di bank untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

“Awalnya gaji saya gunakan untuk sekolah, tapi tetap kurang. Kemudian saya gadaikan remunerasi dengan jaminan ijazah SMA. Setelah itu, saya gadaikan sertifikat rumah. Sampai sekarang, dana dari situ masih dipakai,” ungkapnya.

Saking sulitnya kondisi keuangan, Bripka Syamsuddin bahkan sempat berniat menjual rumahnya. Namun, sang istri turut membantu dengan berjualan kue untuk menambah penghasilan.

“Kadang rasanya berat, karena gaji yang diterima hanya tersisa sedikit, paling 200 ribu. Tapi kami tetap jalani, karena ini untuk anak-anak,” tutur Rini.

Kreativitas dari Barang Bekas

Sekolah yang mereka bangun juga menggunakan barang-barang bekas untuk berbagai fasilitas. Permainan anak-anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit, dibuat dari ban mobil dan besi bekas yang dikumpulkan dari bengkel-bengkel sekitar.

“Semua ini dibuat dari bahan bekas. Beliau (Bripka Syamsuddin) yang pikul sendiri material dari tempat sumbangan untuk dibawa ke sini. Kami sulap bahan-bahan itu menjadi mainan anak-anak karena waktu itu dana benar-benar tidak ada,” cerita Rini.

Apresiasi dari Kapolres

Atas dedikasinya, Kapolres Manggarai AKBP Edwin Saleh memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bripka Syamsuddin. Menurutnya, perjuangan ini tidak hanya menginspirasi masyarakat, tetapi juga menunjukkan pengabdian luar biasa seorang anggota Polri.

“Sebagai pimpinan, saya bangga atas apa yang telah dilakukan oleh Bripka Syamsuddin. Semoga tahun ini beliau diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolah dan naik pangkat,” ujar AKBP Edwin.

Saat ini, sekolah yang dibangun oleh pasangan suami-istri ini telah mendapatkan akreditasi B dan mencatat prestasi di tingkat nasional. Namun, bagi Bripka Syamsuddin, pencapaian terbesar adalah melihat anak-anak bisa terus belajar tanpa khawatir soal biaya.

“Saya akan terus berjuang sekuat tenaga untuk pendidikan anak-anak,” tegasnya.

Rini pun menambahkan, “Saya bangga memiliki suami seperti beliau.”

Perjuangan Bripka Syamsuddin adalah bukti nyata bahwa kebaikan dan semangat untuk berbagi dapat membawa perubahan besar, terutama bagi masa depan generasi muda.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *