DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Di usianya yang baru 16 tahun, Muhammad Rafli Mahfud menapaki perjalanan yang tak biasa bagi remaja seusianya. Pelajar SMP Ar Rahman Pangkajene ini bukan sekadar berangkat ke Tanah Suci—ia membawa amanah besar, menggantikan sosok ayah yang telah lebih dulu berpulang.
Rafli tercatat sebagai calon jamaah haji termuda dari Sulawesi Selatan tahun ini. Di balik status itu, tersimpan kisah haru tentang kehilangan, keikhlasan, dan tekad seorang anak untuk menunaikan rukun Islam kelima atas nama sang ayah, Mahfud, yang semasa hidupnya merupakan anggota aktif Polres Sidrap.
Keberangkatan Rafli bukan tanpa persiapan. Ia telah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan berbagai persiapan lainnya. Namun, lebih dari sekadar kesiapan fisik dan dokumen, Rafli juga mempersiapkan hatinya. Ada rasa bangga yang ia rasakan, tetapi juga tanggung jawab besar yang ia sadari.
“Saya sangat bangga bisa berangkat haji, apalagi menggantikan ayah. InsyaAllah saya akan bersungguh-sungguh menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ungkap Rafli dengan penuh keyakinan.
Di rumah, doa dan harapan mengalir deras mengiringi langkahnya. Sang nenek, Hajjah Hasnawati Hanafi, tak henti mengingatkan cucunya untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah. Pesan serupa juga datang dari Hajjah Lilianti Natsir, yang berharap Rafli dapat menunaikan seluruh rangkaian haji dengan lancar dan khusyuk.
Perjalanan Rafli menuju Tanah Suci menjadi potret keteguhan hati seorang anak dalam memaknai kehilangan. Ia tidak hanya berangkat sebagai jamaah haji, tetapi juga sebagai penerus niat yang belum sempat dituntaskan oleh ayahnya.
Bergabung dalam kloter 19 Sulawesi Barat, Rafli akan memulai perjalanan spiritual yang mungkin akan mengubah cara pandangnya tentang hidup, tanggung jawab, dan keimanan. Di antara jutaan jamaah dari seluruh dunia, langkah kecilnya membawa cerita besar—tentang cinta seorang anak, dan amanah yang dijaga sepenuh jiwa.
















