DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Seminar tersebut berlangsung pada hari Selasa, 6 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa memperkenalkan program utama mereka yang bertajuk “Green Burner: Rancang Bangun Insinerator Ramah Lingkungan untuk Minimalisasi Penumpukan Sampah di Kelurahan Uluale.” Program ini dirancang sebagai solusi konkret atas permasalahan limbah domestik yang sering menumpuk akibat terbatasnya akses armada pengangkut sampah. Kondisi tersebut selama ini memaksa warga melakukan pembakaran sampah secara terbuka yang memicu polusi bau dan risiko penyakit pernapasan.
Program “Green Burner” berfokus pada penyediaan infrastruktur pemusnah sampah yang terkontrol. Dengan adanya unit insinerator ini, proses pembakaran sampah tidak lagi dilakukan secara sembarangan di ruang terbuka, melainkan melalui sistem yang dirancang untuk meminimalisasi dampak polusi udara ke pemukiman warga.
Koordinator Kelurahan, Ahmad Maulana Kahfi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya menjelaskan bahwa alasan utama dibalik perancangan alat ini adalah untuk memberikan alternatif pengelolaan sampah yang mandiri bagi warga kelurahan.
“Hasil observasi kami menunjukkan bahwa kelurahan ini kekurangan armada pengangkut sampah, sehingga warga terpaksa membakar sampah di ruang terbuka. Insinerator ‘Green Burner’ ini kami rancang agar proses pemusnahan sampah lebih terpusat dan aman, sehingga penumpukan sampah bisa diminimalisasi tanpa membahayakan kesehatan masyarakat sekitar,” ujar Kahfi
Kepala Kelurahan Uluale, Hj. Jumiani. S.Sos., menyambut baik paparan tersebut. Beliau memberikan masukan agar tim KKN juga memperhatikan ketersediaan tempat sampah sebagai penunjang unit insinerator.
“Kami sangat mendukung rencana ini. Namun, saya berikan masukan tambahan agar tim KKN juga memprioritaskan pembuatan tempat sampah dari drum untum memilah sampah basah dan kering. Dengan adanya wadah penampungan yang memadai, warga tidak lagi membuang sampah sembarangan sebelum nantinya diproses di unit Green Burner,” tegas Hj. Jumiani. S.Sos.
Dalam seminar tersebut dipaparkan pula mengenai program-program kerja individu mahasiswa KKN. Di sektor UMKM, mahasiswa KKN Unhas merencanakan program pemetaan titik-titik lokasi UMKM ke dalam platform Google Maps, langkah ini diambil untuk memudahkan konsumen-konsumen luas dapat menjangkau UMKM tersebut. Kemudian program kerja selanjutnya terkait UMKM, mahasiswa KKN Unhas memaparkan tentang rencana edukasi terkait keungan UMKM, melihat masih banyak pelaku UMKM yang masih menggabung keuangan pribadi dan usahanya.
Di sektor lingkungan, mahasiswa KKN Unhas juga turut merencanakan program penanaman pohon di beberapa titik tertentu, langkah ini diambil untuk upaya pelestarian lingkungan di kelurahan Uluale. Di sektor Media Sosial, mahasiswa KKN memaparkan rencana untuk membuat sosialisasi terkait penggunaan sosial media yang bijak, khususnya di kalangan remaja SMP, melihat kalangan tersebut adalah masa transisi perpindahan dari kekanak-kanakan menuju remaja.
Selanjutnya, di sektor Keselamatan, dan Kesehatan Kerja, mahasiswa KKN direncanakan akan memberikan edukasi terkait K3 itu sendiri, mengingat kesadaran dan pengetahuan akan hal tersebut masih minim di masyarakat.
Mahasiswa berharap program-program kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi kelurahan Uluale, dan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terjalin dengan baik demi kelancaran pelaksanaan program kerja yang telah dipaparkan. Seminar tersebut ditutup dengan sesi diskusi yang interaktif antara tamu-tamu undangan dan mahasiswa KKN Unhas.
















