Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
MamasaDaerahKesehatan

LCKM Lebih Dulu Bergerak, Pemda Mamasa Belum Respons Kasus Balita Tertembak

455
×

LCKM Lebih Dulu Bergerak, Pemda Mamasa Belum Respons Kasus Balita Tertembak

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Makassar — Lembaga Cinta Kasih Makassar (LCKM) bergerak cepat menangani balita korban tembakan senapan angin asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Hingga Senin, 4 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Dinas Sosial setempat belum memberikan respons resmi.

Balita bernama Frelon Gevariel (1) saat ini menjalani perawatan di RS Ciputra Hospital (CPI) Makassar dan dijadwalkan menjalani operasi pada pukul 15.00 WITA.

Berdasarkan keterangan ibu korban, insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan. Senapan angin yang biasa digunakan untuk berburu dipegang oleh kakak korban yang mengira tidak berisi. Saat dicoba, peluru justru mengenai dahi korban hingga menembus bagian kepala.

Sejak dirujuk ke Makassar, keluarga harus menanggung biaya pengobatan secara mandiri. Kasus yang dialami korban disebut tidak dapat ditanggung melalui jaminan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh pembiayaan dibebankan kepada keluarga.

Situasi ini kembali menyoroti keterbatasan perlindungan dalam skema jaminan kesehatan nasional. Dalam sejumlah ketentuan, tidak semua kasus dapat ditanggung, terutama yang berada di luar kriteria layanan yang dijamin.

Namun, dalam konteks darurat medis, sejumlah pihak menilai Pemerintah Kabupaten Mamasa tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warganya, terutama anak-anak, mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.

Ketua LCKM, Silvia Feronica, menyampaikan pihaknya telah mengunjungi korban dan memberikan bantuan kepada keluarga.

“Kami berupaya meringankan beban keluarga, meskipun bantuan yang diberikan masih terbatas,” ujarnya.

Respons cepat dari LCKM tersebut kontras dengan belum adanya langkah konkret dari pemerintah daerah. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Dinas Sosial terkait penanganan korban.

Ketiadaan respons ini memunculkan kritik terhadap lemahnya kehadiran pemerintah daerah dalam situasi darurat. Di saat korban membutuhkan penanganan segera, keluarga justru dihadapkan pada beban biaya tanpa kepastian dukungan.

Operasi yang dijadwalkan sore ini menjadi penentu bagi keselamatan korban. Sementara itu, publik menanti apakah Pemerintah Kabupaten Mamasa akan segera mengambil langkah tanggung jawab atau membiarkan keluarga menghadapi krisis ini sendiri.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *